Pengakuan Jujur Pelatih Jakarta Electric PLN Usai Libas Popsivo Polwan 3 Set, Ternyata Ini Kunci Kemenangan Telak

Jakarta Electric PLN di Proliga 2026
Jakarta Electric PLN di Proliga 2026

 Jakarta Electric PLN Mobile menutup putaran pertama Proliga 2026 dengan cara yang meyakinkan. Menghadapi Jakarta Popsivo Polwan di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, Jumat petang, tim putri milik BUMN listrik itu tampil dominan dan menang straight set 25-23, 25-19, 25-12.

Laga ini sempat berjalan ketat di awal. Popsivo memberi tekanan lewat pertahanan rapat dan serangan cepat. Namun setelah set pertama diamankan, Electric PLN seperti menemukan ritme permainan. Dua set berikutnya berubah menjadi panggung sepihak.

Kemenangan ini menjadi modal penting. Electric PLN kini mengoleksi empat kemenangan dari enam pertandingan dan untuk sementara naik ke peringkat kedua klasemen dengan 11 poin. Mereka menggeser Jakarta Pertamina Enduro dan Bandung bjb Tandamata yang sama-sama mengantongi 9 angka.

Meski demikian, posisi tersebut masih belum aman karena Pertamina Enduro masih akan bertanding pada malam hari.

Usai pertandingan, Asisten Pelatih Jakarta Electric PLN Mobile Alim Suseno menyampaikan evaluasinya secara terbuka. Ia menilai kemenangan tidak lepas dari minimnya kesalahan sendiri, terutama di sektor penerimaan bola pertama.

"Secara keseluruhan kami cukup puas dengan hasil putaran pertama, terutama kemenangan sore ini. Para pemain tidak terlalu banyak melakukan kesalahan receive sehingga strategi berjalan baik," sisten Pelatih Jakarta Electric PLN Mobile Alim Suseno di Gresik, Jumat 30 Januari 2026 dikutip Antara.

Pengakuan jujur itu memperlihatkan bahwa kemenangan bukan semata karena serangan tajam, tetapi karena fondasi dasar permainan yang rapi.

Ia juga memastikan timnya tidak akan melakukan perubahan besar untuk putaran kedua.

"Dari komposisi pemain tetap dipertahankan yang ada sekarang," tambahnya.

Pada pertandingan ini, Electric PLN sebenarnya tidak turun dengan kekuatan penuh. Pelatih Chamnan Dokmai tak bisa memainkan Celeste Elle Plak karena kondisi fisik yang belum fit untuk mendampingi Neriman Ozsoy di lini serang.

Meski begitu, kedalaman skuad mereka berbicara banyak. Poppy Aulia, Ersandrina Caca Devega, dan kapten tim Agustin Wulandari tampil konsisten baik saat menyerang maupun bertahan.

Poppy menjadi mesin poin dengan 18 angka. Ozsoy menyumbang 16 poin, sedangkan Caca menambahkan 13 angka. Kombinasi tersebut membuat pertahanan Popsivo kerap kewalahan.

Sebaliknya, kubu Popsivo mengakui performa tim jauh dari harapan. Setelah set pertama yang ketat, permainan mereka menurun drastis dan sulit keluar dari tekanan.

"Kami under perform, termasuk dua pemain asing kami, dan set kedua serta ketiga sulit keluar dari tekanan," kata kapten Popsivo, Amalia Fajrina.

Amalia juga menilai kekuatan tim musim ini berbeda dibandingkan musim lalu karena banyak perubahan komposisi.

"Masih ada pemain senior yang harus turun, termasuk saya, sementara pemain-pemain muda masih minim pengalaman. Kalau soal perombakan tim, silakan tanyakan langsung ke manajemen saja," ujarnya.

Hasil ini membuat Popsivo tertahan di peringkat keenam dengan 6 poin dari dua kemenangan dan empat kekalahan. Sementara Electric PLN pulang dengan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi putaran kedua.