Polisi Ungkap Penyebab Kematian Ibu-Anak di Eks Aspol Jombang, Lokasi Ternyata Kosong Sejak 2014

Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan dua jenazah perempuan di sebuah bangunan tua yang terbengkalai, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Lokasi penemuan tersebut diketahui merupakan bekas Asrama Polri (Aspol) Polsek Ploso yang sudah tidak difungsikan sejak tahun 2014.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengonfirmasi bahwa kedua korban adalah ibu dan anak berinisial SK (35) dan NC (6), warga Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.
Kondisi Lokasi, Bangunan Tua Era Kolonial
Bangunan yang menjadi lokasi penemuan jasad tersebut merupakan gedung peninggalan era kolonial Belanda. Sebelum terbengkalai selama lebih dari sepuluh tahun, kompleks ini aktif digunakan sebagai asrama anggota Polsek Ploso pada kurun waktu 2000 hingga 2014.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang tidak terawat dengan halaman ditumbuhi semak belukar dan pepohonan liar. Bahkan, sebagian lahan di sekitarnya dimanfaatkan warga sebagai ladang jagung.
"Gedung tersebut memang sudah kosong sejak 2014 dan tidak lagi dipakai untuk kepentingan dinas maupun hunian. Jadi bangunan tersebut merupakan bangunan tua peninggalan Belanda," ujar AKP Dimas Robin Alexander di Kantor Satreskrim Polres Jombang, Kamis (26/2/2026).
Kronologi Penemuan dan Kecurigaan Warga
Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga yang melihat sebuah sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO terparkir cukup lama di sekitar lokasi yang sepi.
Setelah dilakukan pengecekan ke dalam area bangunan, warga menemukan dua tubuh tak bernyawa di dalam lubang sedalam satu meter di tengah semak-semak kawasan eks asrama tersebut.
Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk botol berisi bahan bakar jenis Pertalite, korek api, cairan pembersih lantai, serta kunci motor yang ditemukan tepat di bawah tubuh korban.
Hasil Otopsi: Mati Lemas dan Luka Bakar
Berdasarkan hasil autopsi sementara, tim kedokteran forensik menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh kedua korban.
Penyebab utama kematian diduga kuat karena menghirup asap atau mati lemas. Polisi juga menyebutkan bahwa korban mengalami luka bakar dalam kondisi masih hidup.
"Kesimpulan sementara dokter forensik, korban meninggal akibat mati lemas karena menghirup asap, serta mengalami luka bakar pada kulit. Meninggalnya karena mati lemas, terbakarnya dalam kondisi masih hidup," ungkap Dimas.
Selain luka bakar, petugas menemukan fakta adanya paparan zat kimia pada tubuh korban. Pada pipi NC (6) ditemukan pelepuhan akibat zat kimia basah kuat, sementara pada tubuh SK (35) ditemukan kerusakan tenggorokan hingga organ dalam yang diduga akibat interaksi dengan zat kimia serupa.
Identifikasi Melalui Barang Pribadi
Proses identifikasi sempat terkendala karena kondisi jenazah yang mulai rusak, sehingga sidik jari tidak dapat terbaca secara optimal. Namun, polisi berhasil memastikan identitas korban melalui data antemortem dan pengakuan keluarga.
Suami korban, Nur Yanto (38), mengenali pakaian yang dikenakan istrinya serta anting dan sandal milik putrinya. Kepemilikan sepeda motor di TKP juga diperkuat dengan dokumen resmi yang ditunjukkan keluarga.
Sebelum ditemukan meninggal, kedua korban dilaporkan meninggalkan rumah di Nganjuk pada Selasa (24/2/2026) dini hari tanpa pamit. Keluarga sempat melapor ke Polsek Gondang sebelum akhirnya mendapat kabar duka dari wilayah Jombang.
Saat ini, Satreskrim Polres Jombang masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan melakukan uji laboratorium terhadap barang bukti cair yang ditemukan di lokasi.
"Hasil gelar perkara akan disampaikan setelah seluruh rangkaian penyelidikan rampung," pungkas AKP Dimas.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunJatim.com dengan judul Identitas Dua Jenazah di Eks Asrama Polisi Jombang Ternyata Ibu dan Anak Asal Nganjuk
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang