Polisi Ungkap Kondisi Korban Selebgram Brunei Woodyrman Sebelum Tewas, Sempat Koma di RSPP
Polisi mengungkap kondisi korban penganiayaan yang diduga dilakukan selebgram asal Brunei Darussalam, Woodyrman alias Mohamad Irman Ali, sebelum akhirnya meninggal dunia.
Katimsus Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Inspektur Polisi Dua Breggy Yesaya Imanuel mengatakan korban sempat mendapatkan perawatan medis usai kejadian penganiayaan tersebut.
“Untuk korban sendiri tidak langsung meninggal di lokasi, namun sempat dilakukan perawatan di RSPP Jakarta Selatan,” kata Ipda Breggy Yesaya Imanuel, Rabu, 27 Mei 2026.
Namun demikian, kondisi korban terus menurun selama menjalani perawatan intensif di RS. Korban berinisial MHF (30) yang juga WNA Brunei sempat koma sampai akhirnya meninggal dunia.
“Yang kemudian korban sempat mengalami koma dan keadaannya semakin menurun, sehingga pada tanggal 16 Mei 2026 korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus ini bermula dari keributan yang terjadi di kawasan Blok M Hub, Melawai, Kebayoran Baru, pada Rabu dini hari, 6 Mei 2026.
Dalam video viral yang beredar di media sosial, korban terlihat terlibat cekcok dengan pelaku sebelum akhirnya terkapar di jalan usai diduga dipukul menggunakan paper bag berisi botol kaca.
Korban sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 16 Mei 2026.
Polda Metro Jaya kemudian menangkap pelaku berinisial MIA di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Senin dini hari, 25 Mei 2026.
Polisi juga telah menetapkan selebgram Brunei tersebut sebagai tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian.