Cerita Turis Indonesia Kena Penipuan Hotel di Vietnam, Ternyata Ruko Kosong

Menginap di hotel murah, nyaman, dan memiliki fasilitas lengkap saat berlibur tentu menjadi harapan setiap pelancong.
Namun, bagaimana jika hotel yang dipesan ternyata merupakan ruko kosong, yang bahkan tak menyerupai bangunan hotel?
Itulah pengalaman tak menyenangkan yang dialami Shella Mulia, turis Indonesia yang berlibur ke Vietnam pada bulan Mei 2025 lalu.
Berharap bisa langsung beristirahat setelah tiba, Shella justru mendapati hotel yang dipesan berupa ruko kecil yang tampak kosong.
Kronologi penipuan hotel di Vietnam
Setibanya di bandara Vietnam, Shella langsung mencari tempat menginap melalui aplikasi perjalanan daring. Ia menemukan hotel bernama Nikko Tunger Hanoi yang menawarkan harga terjangkau dan ulasan menarik.
“Aku pesan hotel mendadak waktu baru sampai airport. Karena buru-buru dan sudah malam, aku langsung pesan,,” tutur Shella saat dihubungi KOMPAS.com, Rabu (6/11/205).
Ia pun melakukan pembayaran penuh untuk tiga malam, dengan tarif sekitar Rp 730.000 per malam.
Sebelumnya, Shella kerap melihat unggahan para pengguna sosial media lain yang menampilkan betapa estetik dan murahnya hotel-hotel di Vietnam.
Itulah yang menyebabkan Shella mantap untuk memesan hotel, bahkan tanpa melihat ulasan di laman Google terlebih dahulu.
Namun, setelah melakukan pencarian titik lokasi hotel tersebut selama dua jam, Shella tak menemukan bangunan hotel megah seperti di aplikasi, yang ia dapati adalah ruko kecil yang kosong dengan tulisan “Bac Thien Hoa”.
“Aku pikir hotelnya bagus dan murah, eh ternyata kena scam (penipuan),” tambah Shella.
Pencarian hotel kedua tak mudah
Mengetahui dirinya tertipu, Shella langsung menghubungi pihak aplikasi perjalanan dan mengajukan refund. Beruntung, pengembalian dana diproses cepat, bahkan ia menerima tambahan voucher sebagai kompensasi.
Malam itu, Shella berusaha mencari penginapan lain, namun situasi tak mudah. Seluruh hotel penuh karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Vietnam.
“Semuanya penuh, lagi kemerdekaan Vietnam soalnya, makannya cari-cari hotel ga ketemu. Baru jam 02.00 ketemu, tapi malemnya kita tidur di penginapan lain dulu,” terangnya.
Keesokan harinya, Shella kembali memesan hotel melalui aplikasi daring, kali ini dengan lebih berhati-hati.
Ia membaca ulasan, memeriksa foto, serta memastikan lokasi dan kontak hotel valid.
Usahanya membuahkan hasil, hotel kedua yang ia tempati ternyata lebih nyaman, estetik, dan jauh lebih murah. Lokasinya terletak di Hanoi.
Tips mencari hotel murah di Vietnam
Setelah pengalamannya tersebut, Shella memberikan tips dan trik bagi warga Indonesia yang akan mencari hotel di Vietnam.
Seperti pesan hotel jauh-jauh hari, pesan di aplikasi terpercaya dan memiliki nomor yang bisa dihubungi agar dapat melakukan refund jika terjadi hal yang tak diinginkan.
“Pastikan reviewnya bagus-bagus di aplikasi dan Google Maps, cek dulu semuanya biar aman. Enjoy Vietnam!” ujar Shella.
Memilih penginapan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru dapat menjadi langkah penting ketika akan berlibur di suatu tempat, tentu agar perjalanan lebih nyaman dan aman.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.