Mantan Asisten Ungkap Penyebab Ruben Amorim Gagal di Manchester United
Penyebab kegagalan Ruben Amorim dalam menjalankan tugasnya sebagai pelatih klub Liga Inggris (Premier League) Manchester United mulai terungkap.
Salah satu mantan staf pelatihnya membeberkan bahwa terdapat andil besar dari para pemain di balik keputusan klub mengakhiri kerja sama dengan pria asal Portugal tersebut pada awal Januari 2026 lalu.
Perjalanan Ruben Amorim di Old Trafford sejatinya dimulai dengan ekspektasi tinggi pada November 2024
Manajemen Setan Merah bahkan rela merogoh kocek hingga 10 juta euro atau sekitar Rp170 miliar untuk menebus klausul rilisnya dari Sporting CP.
Sosoknya yang kala itu dipandang sebagai pelatih muda paling berbakat di Eropa diharapkan mampu menjadi juru selamat menggantikan Erik ten Hag.
Kendala Taktik dan Resistensi Ideologi
Selama 14 bulan menahkodai Man United, Amorim mencoba menanamkan filosofi permainan dengan skema tiga bek sejajar.
Namun, transformasi taktik tersebut tidak berjalan mulus di lapangan. Berbagai kritik tajam dari pengamat dan legenda klub terus berdatangan seiring dengan performa tim yang merosot tajam.
Mantan asisten pelatih, Adelio Candido, akhirnya buka suara mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam internal tim.
Berbicara kepada media Portugal, A Bola, Candido memberikan sinyal bahwa para pemain tidak sepenuhnya menjalankan instruksi yang diberikan oleh tim pelatih.
"Pengalaman selalu merupakan pengalaman, baik hasilnya baik maupun buruk, kami selalu mendapatkan pelajaran darinya," ucap Candido.
"Di Manchester, saya benar-benar menyukai kota ini dan cara para penggemar menikmati sepak bola, lebih fokus pada proyek daripada hasil yang segera."
"Yang paling saya tidak sukai adalah, tanpa ragu, perasaan bahwa ide-ide kami tidak sepenuhnya diterapkan," lanjutnya.
Reaksi pelatih Manchester United, Ruben Amorim, pada laga Brentford vs Man United di Gtech Community Stadium pada Sabtu (27/9/2025).
Catatan Buruk dan Era Baru Bersama Michael Carrick
Ketidakmampuan skuad untuk menerapkan ide-ide Ruben Amorim berdampak langsung pada statistik pertandingan.
Dari 63 laga yang dipimpinnya, ia hanya mampu mempersembahkan 25 kemenangan.
Puncaknya, klub harus terpuruk di peringkat ke-15 klasemen dengan raihan 42 poin pada musim 2024-2025, sebuah catatan yang sangat kontras dengan nilai investasi yang telah dikeluarkan klub.
Setelah pemecatan tersebut, kendali tim kini telah beralih ke tangan Michael Carrick yang menjabat sebagai pelatih interim.
Di bawah arahan Carrick, klub berusaha memulihkan mentalitas pemain dan berada di peringkat tiga klasemen sementara Liga Inggris 2025-2026 dengan 51 poin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang