Kondisi Terakhir dan Penyebab Kematian Istri Mansyur S, Sempat Lupa Sama Suaminya

Mansyur S
Mansyur S

 Kabar duka kembali menyelimuti dunia musik dangdut Tanah Air. Istri dari pedangdut senior H. Mansyur S, yakni Hj. Rosidah, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Senin, 5 Januari 2026. 

Kepergian Hj. Rosidah meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para sahabat dan rekan seprofesi sang penyanyi legendaris. Scroll lebih lanjut yuk!

Kabar wafatnya Hj. Rosidah pertama kali diketahui publik melalui unggahan sahabat sekaligus Ratu Dangdut Indonesia, Elvy Sukaesih, yang menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram pribadinya.

Kepergian Hj. Rosidah terjadi setelah dirinya sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang menurun. H. Mansyur S mengungkapkan bahwa sang istri telah mengalami gangguan kesehatan sejak dua minggu terakhir sebelum wafat. 

Kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit diabetes tipe 2 yang telah lama diderita Hj. Rosidah. Dalam keterangannya, Mansyur S menjelaskan bahwa sang istri sempat mengalami penurunan kadar gula darah secara drastis.

"Sejak 2 minggu yang lalu sudah ada gejala drop gula darah. Memang sudah ada gula, tipe 2. Jadi dirawat di rumah sakit di RS Persahabatan, itu 2 minggu. Kembali pulang, sudah aman tadinya," kata Mansyur S, di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin 5 Januari 2026.

Setelah menjalani perawatan dan dinyatakan cukup stabil, Hj. Rosidah sempat diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, takdir berkata lain. Mansyur S mengaku tidak menyangka bahwa hari tersebut menjadi momen terakhir kebersamaannya dengan sang istri tercinta. Ia mengenang keseharian mereka yang masih diisi dengan aktivitas sederhana dan penuh kasih.

"Jadi... kembali kalau Kullu nafsin dzaiqotul maut (Setiap yang bernyawa pasti akan mati), semua orang pasti kembali. Karena saya enggak sangka. Hari-hari saya olahraga, pasti saya dekati dia, saya cium kening, pipinya. Mungkin hari ini adalah mungkin yang terakhir. Saya tidak menyangka kalau hari ini adalah akhir daripada kehidupan istri saya tercinta," jelasnya.

Detik-detik terakhir sebelum Hj. Rosidah mengembuskan napas terakhir juga diceritakan dengan penuh haru oleh Mansyur S. Ia mengungkapkan bahwa sang istri sempat mencoba menyantap makanan, namun kondisinya semakin melemah.

"Saya makan... akhirnya (suapan) terakhir, makanan yang terakhir itu tidak bisa masuk. Akhirnya saya berhenti olahraga, saya ambil air, kebetulan ada di situ. Saya kasih dia, kasih dia, kasih dia, masih ada senyum, masih ada tawar-tawar. Rupanya, begitu saya pegang, saya dekati keningnya, tahu-tahu langsung sudah jatuh di pelukan saya di sini," terang Mansyur S.

Merasa khawatir, Mansyur S segera membawa sang istri ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya. Namun, takdir telah menetapkan jalan lain.

"Karena masih penasaran, saya bawa ke rumah sakit. Suruh Irvan dan kakaknya. Ternyata begitu saya ke sana, suster menyatakan bahwa sudah meninggal dunia. Saya kira itulah daripada akhir," katanya.

Selain komplikasi akibat diabetes, Mansyur S juga menuturkan bahwa penurunan gula darah yang dialami istrinya berdampak pada fungsi memori. Kondisi tersebut membuat Hj. Rosidah kerap mengalami lupa, termasuk terkadang tidak mengenali sang suami.

"Cuma ada satu kesedihan yang memang saya sebagai suami. Sejak berapa lama, itu kadangkala saya, 'Ya Allah kenapa harus seberat ini cobaan'. Yang saya rasakan, dia itu lupa sama seorang Mansyur. Saya ini suaminya. Kadangkala nanya Mansyur itu ke saya. 'Dimana Ayah?'. Untuk itu hati-hati untuk mungkin yang mengidap diabet, bila drop gula darah cepat periksa ke dokter. Karena ternyata akibat dari drop-nya itu, memori yang kena, lupa," paparnya.

Meski demikian, Mansyur S bersyukur karena di hari-hari terakhir, sang istri masih sempat menunjukkan kedekatan emosional dengannya.

"Jadi, tapi terakhir kemarin, tadi pagi ini dia masih nanya sama ponakan saya, 'Dimana Ayah?'. Allah masih kasih ingatan, langsung berdekatan dengan saya sehari-hari kayak gitu. Tetap saya jaga dia dengan baik karena dia seorang istri yang Sakinah Mawaddah Warahmah, yang baik sekali, wanita ahli ibadah," ujar Mansyur S.

Kepergian Hj. Rosidah menjadi duka mendalam bagi Mansyur S, yang dikenal sebagai salah satu ikon musik dangdut Indonesia. Doa dan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan untuk almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.