BPBD Ungkap Penyebab Jalur Alternatif Karangkobar-Batur ke Dieng Putus
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengungkap penyebab putusnya salah satu jalur alternatif menuju kawasan wisata Dieng, Jawa Tengah.
Jalur yang terdampak berada di ruas Karangkobar-Batur yang menjadi salah satu akses menuju Dieng melalui wilayah Pejawaran.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa jalur yang longsor merupakan jalan utama menuju Dieng putus total.
Kepala BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan, kerusakan jalan dipicu oleh pergerakan tanah di wilayah Ratamba, Kecamatan Pejawaran.
Ia juga menegaskan bahwa jalan yang longsor bukan jalur utama menuju Dieng.
"Itu rangkaian kejadian pergerakan tanah di Ratamba yang terjadi 21 Januari 2025," kata Aji dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).
"Ya tidak benar. Yang longsor merupakan salah satu jalur alternatif ke Dieng," ujar Aji.
Jalur Alternatif Karangkobar-Batur Tidak Bisa Dilalui Kendaraan
Aji menjelaskan, setelah kejadian pada Januari 2025, arus kendaraan di jalur Banjarnegara-Dieng via Ratamba sebenarnya sudah dialihkan ke ruas jalan lain.
"Setelah kejadian Januari 2025, arus jalan sudah dialihkan ke jalan lain, jalan tersebut hanya sebagai jalan darurat saja untuk roda dua," tambahnya.
Namun, kondisi tanah di lokasi tersebut kembali mengalami pergerakan sehingga kerusakan jalan menjadi semakin parah.
Akibatnya, jalan yang sebelumnya masih bisa dilalui kendaraan roda dua kini tidak lagi dapat dilewati baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Aji menyebutkan bahwa bagian jalan yang mengalami kerusakan akibat longsor memiliki panjang sekitar 30 meter.
Jalur Lain Menuju Dieng
Terkait langkah penanganan, ia mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan perbaikan jalan tersebut pada tahun ini.
Namun, rencana tersebut akan dikaji kembali setelah terjadi longsor susulan.
"Sebenarnya sudah dianggarkan tahun ini, tapi dengan kejadian susulan ini akan dikaji lebih lanjut karena menurut Badan Geologi jalur tersebut merupakan jalur patahan pergerakan tanah," ujar Aji.
Meski demikian, masyarakat yang hendak menuju Dieng masih dapat menggunakan beberapa jalur lain yang tetap aman untuk dilalui kendaraan.
Aji menyebutkan beberapa rute alternatif menuju Dieng, di antaranya melalui jalur Wanayasa, Batur, maupun Sidengok.
"Mengimbau masyarakat untuk tidak melalui jalan tersebut dan beralih ke jalan lain," ujar Aji.
"Jalur utama adalah jalan provinsi yang lewat Wanayasa-Batur," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang