Bubarkan Balap Liar di Tual, Apa Saja Sebenarnya Tugas Brimob?

Bubarkan Balap Liar di Tual, Apa Saja Sebenarnya Tugas Brimob?

Aksi pasukan Brimob yang menertibkan aksi balap liar di Kota Tual, Maluku, berakhir tragis dan menewaskan seorang pelajar setelah dipukul menggunakan helm taktikal.

Korps Brigade Mobile (Brimob) sendiri merupakan satuan elite Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas menanggulangi ancaman keamanan dan ketertiban yang berintensitas tinggi.

Brimob pertama kali didirikan pada 14 November 1946 yang saat itu masih bernama pasukan militer Jepang Tokubetsu Kaisatsu Tai.

Organisasi bentukan pemerintah militer Jepang itu kemudian mengalami beberapa kali perubahan nama dari Tokubetsu Kaisatsu Tai menjadi Polisi Istimewa, dan akhirnya menjadi Brigade Mobile (Brimob).

Lantas, apa tugas utama Brimob?

Tugas dan fungsi Korps Brimob

Sebagaimana telah disebutkan, Brimob adalah satuan elite Polri yang bertugas menanggulangi ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat yang berintensitas tinggi.

Dikutip dari laman resmi Korps Brimob Polri, Brimob sebagai bagian integral Polri memiliki tugas pokok dan fungsi secara umum sebagai berikut:

  1. Menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berkadar tinggi, utamanya kerusuhan massa, kejahatan terorganisasi bersenjata api, bom, serta bahan kimia, biologi, dan radioaktif.
  2. Menjaga keamanan dalam negeri dari ancaman kejahatan yang berintensitas tinggi.
  3. Memiliki kemampuan Search and Rescue (SAR) yang digunakan dalam tugas-tugas kemanusiaan dalam membantu dan mengevakuasi korban bencana alam yang terjadi di Indonesia.
  4. Menangani kejahatan transnasional seperti, pencucian uang, penangkapan ikan secara ilegal, perdagangan manusia, dan perdagangan narkoba.

Dalam tugasnya Brimob diharapkan dapat membatasi ruang gerak, melumpuhkan, menangkap para pelaku kejahatan beserta saksi dan barang bukti.

Hal itu dilakukan dengan cara membantu, melengkapi, melindungi, memperkuat, dan menggantikan satuan kepolisian yang ada.

Sejarah Korps Brimob

Bubarkan Balap Liar di Tual, Apa Saja Sebenarnya Tugas Brimob?

Sejarah Brimob

Proses lahirnya Brimob berlangsung sejak periode 1943-1944, yakni pada masa-masa pembentukan organisasi dan barisan militer yang digerakkan oleh pemerintah militer Jepang.

Saat itu pemerintah militer Jepang ingin membentuk pasukan yang dapat bergerak cepat dan memiliki mobilitas tinggi, sebagai bagian dari strategi perang Asia Timur Raya.

Kemudian lahirlah Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944. Beranggotakan polisi muda dan pemuda polisi yang didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura dan Sumatera.

Tokubetsu Keisatsu Tai memiliki persenjataan yang lebih lengkap daripada polisi biasa. Calon anggotanya pun memperoleh pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang.

Ketika Jepang menyerah kepada sekutu dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, penggemblengan Tokubetsu Keisatsu Tai pun ikut berakhir.

Dan sejak Jepang menyerah kepada sekutu, maka seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan.

Satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata adalah Tokubetsu Keisatsu Tai atau kemudian menjadi Polisi Istimewa (cikal bakal Kepolisian Negara Republik Indonesia).

Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Tk. I. Mohammad Jasin, membacakan teks Proklamasi dari pasukan Polisi di Markas Kesatuan Polisi Istimewa.

“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia“.

Kemudian pada 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa (Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa) dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang