Seniman Wastra Beri Tips Merawat Batik agar Kain Awet Puluhan Tahun

batik, Seniman Wastra Beri Tips Merawat Batik agar Kain Awet Puluhan Tahun

Batik bukan sekadar pakaian, tetapi warisan budaya yang memiliki nilai seni dan sejarah tinggi.

Karena proses pewarnaan dan bahan kainnya yang beragam, baju batik memerlukan perlakuan khusus agar warna tidak cepat pudar dan serat kain tetap awet.

Kesalahan dalam mencuci, seperti menggunakan deterjen keras atau merendam terlalu lama, dapat merusak motif dan mengurangi keindahan batik.

Perawatan batik sebenarnya tidak sulit jika dilakukan dengan cara yang tepat.

Mulai dari pemilihan deterjen, teknik mencuci, hingga cara menjemur dan menyimpannya, semua berpengaruh terhadap ketahanan batik.

Dengan perawatan yang benar, baju batik dapat tetap terlihat rapi, warnanya terjaga, dan nyaman dipakai dalam jangka waktu lama bahkan hingga puluhan tahun.

Cara memilih batik

Titi Permata, seniman pembuat batik dari Komunitas Soramata Salatiga mau berbagai cara mencuci dan merawat kain batik agar awet bertahun-tahun.

Sebelum melangkah ke cara perawatan, Titi menyarankan agar sebelum membeli kain atau baju batik, seseorang tahu dulu beberapa hal tentang batik yang akan dipilah, yaitu:

1. Jenis kain batik

Apakah seratnya alami seperti katun, primissima, atau sutra. Atau serat campuran sintetik seperti rayon, atau malah serat sintetik seperti polyester.

"Semakin menuju ke serat sintetik, semakin mudah perawatannya," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (24/12/2025).

2. Ketahui teknik batiknya

Ketahui teknik batik yang ada, apakah printing, sablon mesin, sablon tangan, cap, kombinasi cap dan tulis, atau tulis.

"Karena teknik ini berhubungan dengan kualitas jenis kainnya. Batik tulis biasanya dibuat dengan kain serat alami berkualitas menengah hingga tinggi," papar Titi.

3. Cek pewarnanya

Ketahui apakah batik tersebut memakai pewarna alami, campuran, atau sintetis. Semakin memakai pewarna sintetis, semakin stabil dan mudah perawatannya.

4. Ketahui skala produksinya

Tanyakan apakah batik tersebut produksi perajin kecil, pengusaha batik menengah, atau pabrik batik besar.

"Semakin besar skala produksi/industrinya, kemungkinan kombinasi ketiga komponen di atas memudahkan konsumen batik, tetapi peluang merusak lingkungannya membesar," ujarnya.

Cara mencuci batik

batik, Seniman Wastra Beri Tips Merawat Batik agar Kain Awet Puluhan Tahun

Ilustrasi cara mencuci batik

Titi sendiri adalah seniman yang membuat batik tak sesuai pakem klasik. Motif sesuai imajinasi di kepala sehingga bersifat kontemporer. Soal pewarna pun, ia tidak pernah mengikuti tren fesyen.

Menurutnya, cara mencuci batik paling sulit adalah apabila batik yang ada memakai jenis kain serat alami dan pewarna alami.

"Anda membutuhkan larutan lerak atau sabun alami dari tumbuhan, shampo bayi, atau bahkan hanya air bersih untuk mencucinya. Deterjen kuat sintetik dan mesin cuci tidak boleh digunakan," sarannya.

Ia juga sangat menyarankan pencucian dengan tangan langsung. Dan saat menjemur, hindarkan batik terkena sinar matahari yang kuat.

"Hanya diangin-anginkan saja di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung," saran Titi.

Karena pewarna alami batik warna awalnya tidak mencolok, lembut/pastel, bersifat tidak stabil, mudah pudar, maka penyimpanannya disarankan dalam lemari tertutup yang kering dan tidak lembap.

"Pakaian/kain sebaiknya digantung tidak dilipat, kemudian lemari diberi kayu pengusir serangga seperti cendana, gaharu, kamper, pinus, akar wangi, atau butiran merica kering," sambungnya.

Meski perawatannya sulit, tapi nilai plus batik dengan serat alami sangat banyak. Salah satunya, sedari proses pengerjaan hingga perawatan lanjutannya, batik jenis ini minim mengganggu ekosistem maupun merusak lingkungan.

"Batik ramah lingkungan sejatinya memakai kain berserat alami, pewarna alami, proses perawatan juga secara alami. Memang tidak praktis, tidak mudah, semuanya butuh waktu lebih lama. Tetapi sederap dengan alam," pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang