Penipuan Makin Canggih! Ini Bocoran OJK soal Modus AI dan Cara Ampuh Menghindarinya

Ilustrasi penipuan
Ilustrasi penipuan

 Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 343.402 laporan penipuan hanya dalam jangka waktu sekitar setahun, tepatnya dari tanggal 22 November 2024 hingga 11 November 2025. Dari ratusan ribu kasus tersebut, total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp386,5 miliar.

Maraknya kasus pinjaman online (pinjol) ilegal hingga investasi bodong menunjukkan bahwa kejahatan finansial terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Terlebih hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi celah yang bisa para pelaku penipuan manfaatkan untuk mengelabui masyarakat. 

AI membuka babak baru bagi pelaku kejahatan digital. Hal ini mendorong Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewanti-wanti masyarakat Indonesia terhadap modus penipuan baru yang memanfaatkan AI. 

Dikutip dari keterangan tertulis Satgas PASTI pada Senin, 17 November 2025, berikut dua modus penipuan baru menggunakan AI yang perlu masyarakat waspadai.

Modus Penipuan Berbasis AI

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI).

1. Tiruan Suara (Voice Cloning)

Teknologi AI memungkinkan pelaku meniru suara seseorang hanya dari rekaman singkat yang diambil dari media sosial atau percakapan daring. Dengan suara yang terdengar sangat mirip, baik intonasi, gaya bicara, maupun tempo lalu penipu dapat berpura-pura menjadi keluarga, teman, atau atasan.

Pelaku lalu meminta transfer dana, akses akun, atau data pribadi seolah sedang berada dalam situasi darurat. Modus ini sangat berbahaya karena korban merasa mengenali suara tersebut dan bereaksi tanpa curiga.

2. Tiruan Wajah (Deepfake)

Deepfake membuat pelaku dapat menghasilkan video palsu dengan wajah dan ekspresi orang tertentu secara sangat meyakinkan. Penipu menggunakannya untuk mengirim pesan video yang tampak otentik, misalnya meminta dana, menyampaikan instruksi, atau memancing korban memberikan data sensitif. Kemiripan yang tinggi sering kali membuat korban tidak menyadari bahwa video tersebut sepenuhnya manipulasi AI.

Cara Mencegah Penipuan Berbasis AI

Ilustrasi penipuan.

Ilustrasi penipuan.

Tidak ada kejahatan yang sempurna. Satgas PASTI membeberkan beberapa cara untuk mencegah terhindar dari penipuan AI, antara lain. 

1. Lakukan Verifikasi Informasi

Jika menerima permintaan mencurigakan, terutama yang menyangkut uang atau data pribadi, lakukan verifikasi dengan menghubungi orang tersebut melalui telepon, pesan, atau kanal komunikasi lainnya. Jangan langsung percaya meskipun suara atau videonya terlihat asli.

2. Jaga Kerahasiaan Informasi Pribadi

Hindari memberikan data sensitif seperti foto, rekaman suara, nomor identitas, atau akses akun kepada pihak yang tidak bisa dipastikan identitasnya. Semakin banyak informasi yang tersebar, semakin mudah bagi pelaku membuat tiruan berbasis AI.

3. Waspadai Video atau Suara yang Tidak Biasa

Perhatikan detail kecil seperti gerakan bibir yang tidak sinkron, pencahayaan janggal, atau suara yang terdengar tidak biasa meskipun datang dari orang yang dikenal. Ketelitian melihat gerak gerik yang tidak biasa bisa menyelamatkan Anda dari penipuan.

Sebagai informasi, Satgas PASTI telah memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal. Dari jumlah tersebut terdiri dari 611 entitas pinjaman online (pinjol) ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri) , dan 69 tawaran investasi ilegal.