Tanggal 22 Februari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
Tanggal 22 Februari 2026 jatuh pada hari Minggu. Pada tanggal ini terdapat sejumlah peringatan penting, baik dalam konteks nasional maupun global.
Salah satu yang utama adalah Hari Istiqlal, selain juga diperingati sebagai Hari Kepanduan Sedunia atau Hari Pramuka Sedunia.
Lalu, apa makna dari masing-masing peringatan tersebut dan bagaimana sejarahnya?
Apa itu Hari Istiqlal?
Tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Istiqlal untuk mengenang berdirinya Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat, yang dikenal sebagai masjid terbesar di Indonesia.
Peringatan ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang pembangunan masjid yang menjadi simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa.
Mengacu pada situs resmi Masjid Istiqlal, ide pembangunan masjid ini dicetuskan oleh KH. Wahid Hasyim yang saat itu menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia pertama, bersama sejumlah ulama lainnya.
Gagasan tersebut muncul sebagai bagian dari keinginan menghadirkan sebuah masjid nasional yang mampu menjadi simbol Indonesia pasca kemerdekaan.
Rencana pembangunan kemudian ditindaklanjuti oleh KH. Wahid Hasyim bersama H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan Ir. Sofwan.
Mereka didukung sekitar 200 tokoh Islam yang dipimpin KH. Taufiqorrahman pada tahun 1954 dengan mendirikan Yayasan Masjid Istiqlal.
Gagasan tersebut disampaikan kepada Presiden Ir. Soekarno dan mendapatkan sambutan hangat. Presiden bahkan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan masjid nasional tersebut.
Setelah melalui perdebatan panjang terkait lokasi, akhirnya diputuskan bahwa Masjid Istiqlal dibangun di lahan bekas benteng Belanda di Jakarta. Lokasi tersebut berada tepat berseberangan dengan Gereja Katedral.
Penempatan ini bukan tanpa alasan. Keberadaan masjid dan gereja yang berdiri berdampingan dimaksudkan untuk menunjukkan simbol kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.
Pemancangan tiang pertama Masjid Istiqlal dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada 24 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Prosesi tersebut disaksikan ribuan umat Islam.
Proses pembangunan masjid tidak berlangsung singkat. Setelah mengalami berbagai penundaan, pembangunan akhirnya rampung 17 tahun kemudian. Masjid Istiqlal diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.
Biaya pembangunan diperoleh terutama dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp7.000.000.000 serta tambahan dana sebesar 12 juta dolar Amerika Serikat.
Apa yang diperingati dalam Hari Pramuka Sedunia?
Isi Dasa Darma Pramuka.
Selain Hari Istiqlal, 22 Februari juga diperingati sebagai Hari Kepanduan Sedunia atau Hari Pramuka Sedunia. Peringatan ini bersifat global dan dirayakan oleh organisasi kepanduan di berbagai negara.
Hari Pramuka Sedunia menyoroti kontribusi gerakan kepanduan dalam membentuk karakter generasi muda, menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, serta kepemimpinan.
Merujuk pada situs resmi Pramuka, sejarah kepanduan dunia berawal dari gagasan seorang perwira Inggris bernama Lord Baden Powell of Gilwell.
Ia lahir pada 22 Februari 1857 di London. Ayahnya adalah seorang profesor geometri di Universitas Oxford bernama Domine Baden Powell.
Baden Powell memiliki pengalaman militer yang luas. Ia bergabung dengan pasukan Hussars ke-13 di India pada 1876. Antara tahun 1888 hingga 1895, ia bertugas di India, Afganistan, Zulu, dan Ashanti.
Berbagai pengalaman tersebut kemudian ia rangkum dalam sebuah buku berjudul “Aids to Scouting”.
Buku ini berisi panduan menjelajah alam, teknik bertahan hidup di hutan, serta keterampilan membaca tanda-tanda alam dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Buku tersebut awalnya ditujukan untuk kalangan militer, namun kemudian justru menginspirasi lahirnya gerakan kepanduan bagi generasi muda.
Dari sinilah cikal bakal gerakan pramuka berkembang dan menyebar ke berbagai belahan dunia.
Dengan demikian, 22 Februari menjadi tanggal yang memiliki makna penting. Di Indonesia, tanggal ini mengingatkan pada berdirinya Masjid Istiqlal sebagai simbol kemerdekaan dan toleransi beragama.
Sementara secara global, tanggal ini juga menandai lahirnya tokoh penting di balik gerakan kepanduan dunia yang membentuk karakter jutaan generasi muda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang