Tanggal 22 April Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Demam Berdarah, Tanggal 22 April Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

 Tanggal 22 April 2026 jatuh pada hari Rabu. Tanggal ini tidak hanya menjadi penanda kalender biasa, tetapi juga sarat makna karena diperingati sebagai momentum penting baik di tingkat nasional maupun global.

Di Indonesia, 22 April dikenal sebagai Hari Demam Berdarah Nasional. Sementara di tingkat internasional, tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Bumi atau Earth Day.

Apa itu Hari Demam Berdarah Nasional?

Hari Demam Berdarah Nasional diperingati setiap 22 April dan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) serta pentingnya upaya pencegahan.

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini membawa virus setelah menggigit penderita yang telah terinfeksi sebelumnya.

Data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa kasus DBD masih menjadi ancaman serius di Indonesia.

Hingga 28 Oktober 2025, tercatat:

  • 131.393 kasus DBD di seluruh Indonesia
  • 544 kasus kematian
  • Case Fatality Rate (CFR) sebesar 0,41 persen
  • Penyebaran di 471 kabupaten/kota di 36 provinsi
  • Kematian terjadi di 196 kabupaten/kota.

Dalam lima tahun terakhir, kelompok usia produktif (15-44 tahun) menjadi yang paling banyak terdampak.

Apa itu Hari Bumi dan mengapa diperingati?

Selain peringatan nasional, 22 April juga dikenal sebagai Hari Bumi atau Earth Day yang diperingati secara global.

Hari Bumi pertama kali dicetuskan pada tahun 1970 oleh aktivis lingkungan asal Amerika Serikat, Gaylord Nelson.

Ia terinspirasi oleh dampak kerusakan lingkungan akibat tumpahan minyak besar di Santa Barbara.

Gerakan ini kemudian berkembang menjadi aksi global yang melibatkan berbagai kalangan, termasuk pelajar, akademisi, dan masyarakat umum.

Gerakan ini juga berkontribusi pada lahirnya berbagai kebijakan lingkungan di Amerika Serikat, seperti pembentukan Badan Perlindungan Lingkungan serta undang-undang terkait udara bersih, air bersih, dan perlindungan spesies.

Dengan demikian, peringatan 22 April bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat penting bagi semua pihak untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia dan kelestarian bumi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang