Tanggal 12 April Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
Tanggal 12 April 2026 jatuh pada hari Minggu. Setiap tanggal tersebut, terdapat sejumlah peringatan penting baik di tingkat nasional maupun internasional.
Peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung nilai historis, edukatif, hingga sosial yang relevan bagi masyarakat.
Setiap tanggal 12 April diperingati sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia. Selain itu, terdapat pula peringatan Hari Bawa Bekal Nasional dan Hari Anak Jalanan Internasional.
Siapa Bapak Pramuka Indonesia?
Tanggal 12 April diperingati sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia untuk mengenang sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ia dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan gerakan kepramukaan di Indonesia.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX memiliki peran besar sejak awal berdirinya Gerakan Pramuka. Setelah organisasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat pada 14 Agustus 1961, ia dipercaya menjadi Ketua Kwartir Nasional (Ka. Kwarnas) pertama dan menjabat selama empat periode berturut-turut hingga tahun 1974.
Penobatannya sebagai Bapak Pramuka Indonesia dilakukan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 1988 di Dili.
Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan kepramukaan di Indonesia maupun dunia.
Selain itu, ia juga menerima penghargaan bergengsi seperti Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) serta Silver World Award dari Boy Scouts of America pada tahun 1972.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX wafat pada 2 Oktober 1988 di Washington DC, Amerika Serikat, dalam usia 76 tahun. Tanggal kelahirannya, 12 April, kemudian ditetapkan sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX, selesai pengukuhan susunan Majelis Pembimbing Nasional dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 1978-1983 oleh Kepala Negara di Istana Negara, pertengahan Januari 1979. Paling kiri M. Jusuf (kini Ketua Bepeka), di belakang Sultan, almarhum Ali Moertopo, almarhum Lasiyah Soetanto, dan mantan Menteri Perhubungan Roesmin Nurjadin
Mengapa ada Hari Bawa Bekal Nasional?
Selain peringatan tokoh, tanggal 12 April juga diperingati sebagai Hari Bawa Bekal Nasional. Peringatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, agar terbiasa membawa bekal dari rumah.
Hari ini mulai digagas pada tahun 2013 dan telah mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Gerakan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran terkait keamanan jajanan di sekolah. Data BPOM pada periode 2006-2010 menunjukkan bahwa 48 persen jajanan anak sekolah mengandung bahan kimia berbahaya.
Gerakan ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan, yang menekankan pentingnya kesehatan dan gizi bagi peserta didik.
Apa itu Hari Anak Jalanan Internasional?
Tanggal 12 April juga diperingati sebagai Hari Anak Jalanan Internasional. Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap kondisi anak-anak yang hidup di jalanan.
Berdasarkan berbagai sumber, diperkirakan hingga 150 juta anak di seluruh dunia hidup di jalanan.
Sebagian dari mereka tinggal bersama keluarga, sementara lainnya harus bertahan hidup sendiri dengan mencari nafkah di jalan.
Untuk melindungi hak anak, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengesahkan Konvensi Hak Anak pada tahun 1989. Konvensi ini menegaskan bahwa setiap anak berhak atas kehidupan yang layak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang