Tanggal 21 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 21 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 21 Mei 2026 jatuh pada hari Kamis dan diperingati sebagai sejumlah momentum penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu yang paling dikenal di Indonesia adalah Hari Reformasi Nasional, yang menjadi penanda berakhirnya era Orde Baru dan dimulainya masa reformasi.

Selain itu, 21 Mei juga diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Budaya Dunia untuk Dialog dan Pembangunan serta Hari Teh Sedunia.

Apa makna Hari Reformasi Nasional?

Hari Reformasi Nasional diperingati setiap tanggal 21 Mei untuk mengenang peristiwa pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998 setelah memimpin Indonesia selama 32 tahun.

Peristiwa tersebut menjadi titik penting perubahan politik di Indonesia. Reformasi lahir setelah gelombang demonstrasi besar-besaran yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat di berbagai daerah.

Gerakan reformasi muncul di tengah krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997 hingga 1998.

Berdasarkan Jurnal Reformasi 1998: Transisi dari Orde Baru ke Era Demokrasi di Indonesia (2024) karya Nadia Kusuma Dewi, krisis ekonomi saat itu tidak hanya memengaruhi sektor keuangan dan perbankan, tetapi juga meluas ke bidang sosial, politik, dan keamanan.

Kondisi tersebut memicu krisis kepercayaan terhadap pemerintahan Orde Baru yang dianggap gagal mengatasi situasi serta dinilai sarat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Tekanan publik yang terus membesar akhirnya membuat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.

Sesuai Pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945, jabatan presiden kemudian dilanjutkan oleh Wakil Presiden B.J. Habibie.

Hari Reformasi Nasional kini menjadi momentum refleksi atas perjuangan rakyat dan mahasiswa dalam memperjuangkan demokrasi, keterbukaan, serta pemerintahan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Mengapa Hari Keanekaragaman Budaya Dunia diperingati?

Selain Hari Reformasi Nasional, tanggal 21 Mei juga diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Budaya Dunia untuk Dialog dan Pembangunan atau World Day of Cultural Diversity for Dialogue and Development.

Peringatan ini ditetapkan oleh UNESCO dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2002.

Tujuan utama peringatan tersebut adalah merayakan kekayaan budaya dunia sekaligus mendorong dialog antarbudaya demi terciptanya perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

Apa tujuan Hari Teh Sedunia?

Tanggal 21 Mei juga diperingati sebagai Hari Teh Sedunia atau International Tea Day.

Peringatan ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap pentingnya industri teh.

Hari Teh Sedunia tidak hanya menjadi ajang mengapresiasi budaya minum teh, tetapi juga menyoroti kesejahteraan petani teh serta pentingnya perdagangan teh global.

Teh diketahui menjadi salah satu minuman paling populer di dunia dan memiliki nilai ekonomi besar bagi banyak negara berkembang.

Bagi banyak negara berkembang, industri teh juga menjadi sumber mata pencaharian utama jutaan keluarga.

Melalui peringatan tersebut, masyarakat diajak tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai penting seperti demokrasi, keberagaman, solidaritas, dan keberlanjutan ekonomi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bersama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang