Tanggal 22 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 22 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

 Tanggal 22 Mei 2026 jatuh pada hari Jumat dan diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia.

Selain itu, terdapat pula peringatan lain pada tanggal yang sama, yakni Hari Preeklampsia Sedunia.

Kedua momentum ini memiliki fokus yang berbeda, namun sama-sama bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap isu penting yang berdampak pada kehidupan manusia.

Apa itu Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia?

Setiap tanggal 22 Mei, dunia memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia. Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000.

Tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keanekaragaman hayati bagi keberlangsungan kehidupan di bumi.

Keanekaragaman hayati mencakup seluruh makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, maupun mikroorganisme yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Hari Keanekaragaman Hayati atau International Day for Biodiversity (IDB) pertama kali diluncurkan setelah berlakunya Konvensi Keanekaragaman Hayati.

Apa itu Hari Preeklampsia Sedunia?

Selain Hari Keanekaragaman Hayati, tanggal 22 Mei juga diperingati sebagai Hari Preeklampsia Sedunia.

Preeklampsia merupakan kondisi berbahaya pada ibu hamil yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu.

Kondisi ini dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi jika tidak ditangani dengan baik.

Preeklampsia sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak kasus yang baru terdeteksi saat kondisi sudah memburuk.

Peringatan Hari Preeklampsia Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil, mengenai pentingnya pemeriksaan rutin selama masa kehamilan.

Pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi langkah utama dalam mendeteksi preeklampsia sejak dini.

Dengan deteksi dini, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Tenaga medis dapat memantau kondisi tekanan darah serta perkembangan janin untuk memastikan kehamilan berjalan dengan aman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang