Tanggal 23 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 23 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 23 Mei 2026 jatuh pada hari Sabtu dan diperingati dalam berbagai momentum penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Mulai dari peringatan Hari Penyu Sedunia, hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah, hingga peristiwa sejarah kelam di Indonesia.

Semuanya menjadi refleksi beragam aspek kehidupan, mulai dari lingkungan, perjuangan daerah, hingga dinamika sosial-politik.

Apa itu Hari Penyu Sedunia?

Setiap tanggal 23 Mei diperingati sebagai Hari Penyu Sedunia atau World Turtle Day. Peringatan ini telah dimulai sejak tahun 2000 dan digagas oleh organisasi konservasi American Tortoise Rescue.

Hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian penyu yang kini terancam punah. Penurunan populasi penyu disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perburuan, kerusakan habitat, dan perubahan iklim.

Penyu merupakan hewan purba yang telah hidup sejak sekitar 180 juta tahun lalu. Mereka mampu menyelam hingga lebih dari 200 meter untuk mencari makan, namun juga sering berada di perairan dangkal.

Mengapa Kalimantan Tengah memperingati hari jadinya pada 23 Mei?

Tanggal 23 Mei juga menjadi hari penting bagi Provinsi Kalimantan Tengah yang pada tahun 2026 genap berusia 69 tahun. Provinsi ini resmi berdiri pada tahun 1957 sebagai provinsi ke-17 di Indonesia.

Pembentukan Kalimantan Tengah tidak terlepas dari perjuangan panjang masyarakat setempat. Pada awal 1950-an, muncul tuntutan dari masyarakat Dayak melalui Ikatan Keluarga Dayak agar wilayah tersebut menjadi provinsi tersendiri.

Perjuangan ini tidak berjalan mulus. Berbagai dinamika, termasuk konflik internal dan tekanan politik, sempat menghambat proses pembentukan provinsi.

Akhirnya, melalui UU Darurat Nomor 10 Tahun 1957, Kalimantan Tengah resmi menjadi provinsi dengan RTA Milono sebagai gubernur pertama.

Tema peringatan hari jadi ke-69 pada tahun 2026 adalah “Betang Huma Itah”, yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman untuk menuju kesejahteraan.

Apa itu peristiwa Jumat Kelabu 1997?

Tanggal 23 Mei juga mengingatkan pada peristiwa sejarah kelam di Indonesia, yakni tragedi Jumat Kelabu yang terjadi di Banjarmasin pada tahun 1997.

Peristiwa ini merupakan kerusuhan yang terjadi di tengah masa kampanye pemilu Orde Baru. Konflik dipicu oleh ketegangan antara massa pendukung partai politik yang meningkat setelah gangguan terhadap pelaksanaan ibadah salat Jumat.

Kronologi singkat peristiwa Jumat Kelabu antara lain:

  • Kampanye pemilu berlangsung pada hari Jumat
  • Iring-iringan kendaraan massa melintas di area sensitif saat ibadah berlangsung
  • Terjadi reaksi dari masyarakat yang merasa terganggu
  • Bentrokan antar massa tidak terhindarkan

Kerusuhan tersebut menyebabkan dampak yang sangat besar, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material. Data korban menunjukkan:

  • Lebih dari 100 orang meninggal dunia (beragam versi menyebut 123 hingga 142 korban)
  • Ratusan orang mengalami luka-luka
  • Sejumlah warga dilaporkan hilang.

Selain itu, banyak bangunan rusak dan terbakar akibat kerusuhan yang berlangsung hingga malam hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang