Tanggal 6 Februari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting Nasional dan Internasional serta Sejarahnya

tanggal 6 Februari, Tanggal 6 Februari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting Nasional dan Internasional serta Sejarahnya

 Tanggal 6 Februari 2026 jatuh pada hari Jumat dan diperingati sebagai sejumlah hari penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu peringatan yang menonjol adalah Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ke-18.

Selain itu, dunia internasional juga memperingati Hari Anti Sunat Perempuan Internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap bahaya praktik sunat pada perempuan.

Bagaimana perjalanan Partai Gerindra hingga memasuki usia ke-18?

Partai Gerindra memperingati hari lahirnya setiap tanggal 6 Februari. Pada 2026 ini, partai berlambang kepala garuda tersebut genap berusia 18 tahun sejak dideklarasikan pada 6 Februari 2008.

Dalam rentang waktu kurang dari dua dekade, Gerindra menjelma menjadi salah satu partai politik besar di Indonesia.

Puncak pencapaian Gerindra terjadi pada Pemilihan Presiden 2024, ketika Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting yang menandai transformasi Gerindra dari partai pendatang baru menjadi kekuatan utama dalam politik nasional.

Awal kelahiran Gerindra berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi politik nasional. Dikutip dari laman resminya, gagasan pendirian partai ini muncul dari diskusi antara politikus Fadli Zon dan pengusaha Hashim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo Subianto.

Keduanya menilai praktik demokrasi kala itu belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai keadilan dan kedaulatan rakyat.

Bagaimana proses deklarasi Partai Gerindra?

Gagasan tersebut kemudian dibahas lebih lanjut oleh Hashim bersama sejumlah tokoh yang berada di lingkaran Prabowo.

Saat itu, Prabowo masih menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Partai Golkar dan sempat mengikuti konvensi calon presiden yang digelar partai tersebut.

Pada Desember 2007, sejumlah tokoh nasional berkumpul di markas Institute for Policy Studies (IPS) di Bendungan Hilir, Jakarta, untuk merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

Tokoh-tokoh yang terlibat antara lain Fadli Zon, Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi, Haris Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Muchdi Pr, Widjono Hardjanto, dan Suhardi.

Deklarasi Partai Gerindra dilakukan dalam waktu yang terbilang mendesak karena berdekatan dengan tahapan pendaftaran dan kampanye Pemilu 2009.

Pada 6 Februari 2008, partai ini resmi dideklarasikan dengan visi perjuangan mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, makmur, beradab, dan berketuhanan, berlandaskan Pancasila serta UUD 1945.

Apa makna Hari Anti Sunat Perempuan Internasional?

tanggal 6 Februari, Tanggal 6 Februari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting Nasional dan Internasional serta Sejarahnya

Protes terhadap praktik sunat perempuan di Madrid, Spanyol.

Selain HUT Gerindra, tanggal 6 Februari juga diperingati sebagai Hari Anti Sunat Perempuan Internasional.

Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 2012 sebagai bentuk komitmen global untuk mengakhiri praktik sunat terhadap perempuan.

Hari ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai bahaya sunat perempuan yang dapat mengancam keselamatan jiwa serta berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental.

Praktik tersebut masih ditemukan di berbagai negara dan sering kali dilakukan atas dasar tradisi atau tekanan sosial.

Apa dampak sunat perempuan terhadap kesehatan?

Sunat pada perempuan diketahui memiliki dampak luas terhadap kesehatan seksual dan reproduksi.

Perempuan yang mengalami praktik ini berisiko mengalami komplikasi medis, seperti perdarahan pascapersalinan, persalinan macet, kematian janin, hingga meningkatnya risiko infeksi HIV.

Selain dampak fisik, efek psikologis dari sunat perempuan juga sangat signifikan dan bersifat jangka panjang.

Trauma yang dialami dapat memicu kecemasan berat, stres berkepanjangan, gangguan perilaku pada anak, hingga disfungsi seksual di masa dewasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang