Tanggal 3 Juni Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 3 Juni Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

 Tanggal 3 Juni 2026 yang jatuh pada hari Rabu diperingati dengan berbagai momentum penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Mulai dari peringatan Hari Pasar Modal Indonesia, Hari Sepeda Sedunia, hingga Hari Jadi Bogor yang sarat nilai sejarah.

Peringatan ini tidak hanya menjadi penanda kalender, tetapi juga mengandung pesan edukasi, sejarah, dan ajakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

Apa makna Hari Pasar Modal Indonesia?

Tanggal 3 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pasar Modal Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali perkembangan pasar modal di Tanah Air yang terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu.

Pasar modal sendiri merupakan sarana transaksi berbagai instrumen keuangan jangka panjang, seperti saham, obligasi, dan produk investasi lainnya. Keberadaan pasar modal sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal di Indonesia telah ada sejak masa kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pada masa itu, bursa efek didirikan untuk kepentingan perusahaan-perusahaan kolonial.

Namun, aktivitas pasar modal sempat mengalami pasang surut, bahkan vakum akibat Perang Dunia I dan II.

Setelah itu, Bursa Efek Indonesia kembali diaktifkan pada 3 Juni 1952. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pasar Modal Indonesia.

Mengapa Hari Sepeda Sedunia juga diperingati pada tanggal ini?

Selain itu, tanggal 3 Juni juga diperingati sebagai Hari Sepeda Sedunia. Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan dukungan penuh dari 193 negara anggota.

Hari Sepeda Sedunia bertujuan untuk mengingatkan masyarakat global bahwa sepeda merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan, ekonomis, dan menyehatkan.

Gagasan peringatan ini bermula dari inisiatif Profesor Leszek Sibilski yang mendorong PBB untuk menetapkan hari khusus guna mempromosikan penggunaan sepeda di seluruh dunia.

Sejak 2015, kampanye yang ia lakukan berkembang menjadi gerakan global yang didukung berbagai pihak, termasuk program “Mobilitas Berkelanjutan untuk Semua”.

Apa sejarah di balik Hari Jadi Bogor?

Di tingkat lokal, tanggal 3 Juni juga memiliki makna historis sebagai Hari Jadi Bogor (HJB), baik untuk Kota maupun Kabupaten Bogor.

Penetapan tanggal ini merujuk pada peristiwa penting pada 3 Juni 1482, yaitu penobatan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi sebagai Raja Kerajaan Sunda.

Peristiwa tersebut ditandai dengan upacara sakral Kuwedabhakti yang menjadi simbol awal berdirinya pusat pemerintahan di wilayah Pakuan Pajajaran, yang kini dikenal sebagai Bogor.

Selama masa kepemimpinannya yang berlangsung selama 39 tahun (1482–1521), Sri Baduga Maharaja berhasil membawa Kerajaan Pajajaran mencapai masa kejayaan.

Asal-usul nama Bogor sendiri memiliki beberapa versi, di antaranya:

  • Berasal dari kata “Buitenzorg”, nama yang diberikan pada masa kolonial Belanda
  • Berasal dari kata “Bahai” yang berarti sapi, terkait keberadaan patung sapi di Kebun Raya Bogor
  • Berasal dari kata “Bokor”, yang merujuk pada tunggul pohon enau atau kawung
  • Berasal dari istilah “Hoofd Van de Negorij Bogor” yang berarti kepala kampung Bogor.

Nama tersebut erat kaitannya dengan kawasan yang kini menjadi Kebun Raya Bogor, yang mulai dibangun oleh C.G.K. Reinwardt pada tahun 1817.

Hari Jadi Bogor secara resmi ditetapkan pada tahun 1972 melalui sidang pleno DPRD Kabupaten Bogor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang