Tanggal 11 April Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 11 April Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

 Tanggal 11 April 2026 jatuh pada hari Sabtu. Pada tanggal ini, terdapat sejumlah peringatan penting yang berkaitan dengan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa peringatan yang dirayakan pada tanggal 11 April antara lain Hari Kanker Tulang Nasional dan Hari Parkinson Sedunia.

Kedua momentum ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kesehatan.

Apa itu Hari Kanker Tulang Nasional?

Tanggal 11 April diperingati sebagai Hari Kanker Tulang Nasional. Peringatan ini ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kanker tulang.

Kanker tulang merupakan penyakit serius yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal atau tumor pada tulang.

Meski tergolong penyakit langka, kanker tulang tetap perlu diwaspadai karena dapat menyerang berbagai kelompok usia.

Namun demikian, perkembangan dunia medis memberikan harapan bagi para penderita. Lebih dari 90 persen pasien kanker tulang dapat diobati melalui metode pengangkatan tumor tanpa harus menjalani amputasi.

Hal ini menunjukkan bahwa deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat berperan dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

Apa makna Hari Parkinson Sedunia?

Tanggal 11 April Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Ilustrasi orang dengan gejala penyakit Parkinson. Dokter spesialis neurologi mengatakan bahwa pemeriksaan penyakit Parkinson bisa dilakukan dengan pemeriksaan pendukung, seperti uji Levodopa.

Selain itu, tanggal 11 April juga diperingati sebagai Hari Parkinson Sedunia. Peringatan ini bertepatan dengan hari ulang tahun Dr James Parkinson, seorang dokter asal London yang pertama kali mengidentifikasi penyakit Parkinson pada tahun 1817.

Parkinson merupakan gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan. Gejala umum penyakit ini antara lain tremor, kekakuan otot, serta gangguan koordinasi.

Penyakit ini kemudian dipelajari lebih lanjut oleh Jean-Martin Charcot yang membantu memperkenalkan Parkinson ke dunia internasional.

Dalam perkembangannya, pengobatan Parkinson mengalami kemajuan, salah satunya dengan penggunaan obat Levodopa sejak tahun 1960-an.

Hingga kini, Levodopa masih menjadi salah satu terapi utama untuk mengurangi gejala Parkinson.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang