Memakan Benang Hitam di Punggung Udang? Tenang, Ini Penjelasan Ahlinya
Udang menjadi salah satu jenis seafood favorit masyarakat karena mudah dijumpai dan dapat diolah menjadi berbagai macam masakan.
Namun, saat mengolahnya, sering muncul pertanyaan: apakah benang hitam di bagian punggung udang harus dibuang?
Sebagian orang memilih untuk membersihkannya dengan teliti, namun ada pula yang langsung memasaknya.
Lantas, apakah benang hitam tersebut aman jika tertelan?
Benang hitam pada udang bukan kotoran
Walau sering disebut sebagai "kotoran", benang hitam tersebut sebenarnya adalah saluran pencernaan atau usus udang.
Warnanya yang hitam sering terlihat putus-putus karena usus asli udang sebenarnya berwarna transparan.
Menurut Tim Fitzgerald, Senior Policy Analyst di Environmental Defense Fund, benang hitam ini tidak mengandung zat yang membahayakan kesehatan tubuh manusia.
Dengan kata lain, benang hitam pada punggung udang aman untuk dikonsumsi.
Mengapa banyak orang tetap membuangnya?
Meski aman secara kesehatan, ada beberapa alasan mengapa orang lebih memilih untuk tetap membersihkan bagian punggung udang:
- Estetika Masakan: Membuang benang hitam membuat tampilan udang terlihat lebih bersih, profesional, dan cantik saat disajikan.
- Tekstur dan Rasa: Beberapa orang beranggapkan benang hitam memberikan sensasi getir seperti pasir yang dapat mengganggu tekstur kenyal udang, terutama pada udang berukuran besar.
Keputusan untuk membersihkannya kembali kepada kamu.
Pada udang berukuran sangat kecil, membersihkannya satu per satu tentu akan memakan banyak waktu.
Biasanya, udang kecil langsung diolah menjadi bakso atau pempek tanpa dibersihkan, meski risikonya akan muncul titik-titik hitam pada hasil akhir masakan.
Tips memilih udang segar
Kualitas masakan udang sangat bergantung pada tingkat kesegarannya. Ini tips memilih udang agar mendapatkan rasa daging yang enak:
Ilustrasi udang, udang segar
- Kepala Masih Menempel: Pastikan bagian kepala udang masih kokoh dan tidak terlepas dari badannya.
- Kulit Kencang: Pilih udang yang kulitnya masih melekat kuat dan tidak terkelupas dari dagingnya.
- Tekstur Daging Padat: Tekan daging udang dengan jari. Jika terasa keras, kencang, dan tidak meninggalkan bekas tekanan, berarti udang masih segar.
- Aroma Khas Seafood: Udang segar harus berbau aroma laut yang khas, bukan bau busuk yang menyengat. "Bau amis itu wajar lah," ujar Darius.
Cara menyimpan udang di freezer
Jika kamu tidak langsung memasak udang yang baru dibeli, bersihkan terlebih dahulu, termasuk bagian punggungnya, sebelum disimpan.
Caranya adalah memberi es es agar suhu udang cepat turun, lalu cuci bersih, belah punggungnya, lalu masukkan freezer.
Simpanlah udang dalam wadah tertutup rapat atau gunakan plastic wrap agar kedap udara sehingga kualitas daging tetap terjaga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang