Mengenal Sesar Cisadane, Patahan Aktif yang Memanjang dari Bogor hingga Tangerang

Sesar Cisadane, Bogor, Jawa Barat, Badan Geologi, Mengenal Sesar Cisadane, Patahan Aktif yang Memanjang dari Bogor hingga Tangerang

  Struktur geologi bernama Sesar Cisadane menjadi perhatian setelah tim gabungan Badan Geologi Kementerian ESDM, Badan Informasi Geospasial (BIG), dan PT Oseanland mengidentifikasi keberadaan patahan ini di kawasan Gunung Nyungcung, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Patahan tersebut berada sekitar 20 kilometer dari Jakarta atau kurang lebih satu jam perjalanan.

Sesar Cisadane diperkirakan memanjang dari Bogor, Jawa Barat hingga pesisir Tangerang, Banten.

Badan Geologi menjelaskan bahwa jalur sesar mengikuti aliran Sungai Cisadane sehingga nama patahan ini diberi nama yang sama sesuai lokasinya.

Bukti Keberadaan Sesar Cisadane

Dilansir dari , Rabu (11/2/2026), pemetaan Sesar Cisadane mengikuti peta geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu.

Dari hasil penampang seismik, terungkap bahwa Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang di masa lalu pernah tersambung sebelum akhirnya terpisah oleh proses tektonik.

Terpisahnya Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang mengindikasikan aktivitas tektonik Sesar Cisadane yang diduga masih aktif.

Penelusuran kemudian dilanjutkan ke Gunung Panjang di Parung, Bogor. 

Badan Geologi menemukan batuan travertin dan fosil moluska yang menunjukkan bahwa wilayah ini pernah menjadi laut dangkal yang terangkat akibat dinamika kerak bumi jutaan tahun lalu.

Temuan tersebut menjadi bukti bahwa jutaan tahun lalu, wilayah ini terangkat oleh pola Sesar Baribis yang dikenal sebagai West Java Back-arc Thrust.

Indikasi aktivitas struktur patahan juga diperlihatkan oleh kemunculan mata air panas di rekahan Gunung Panjang. 

Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa jalur sesar masih bekerja dan perlu menjadi perhatian dalam upaya mitigasi bencana di wilayah sekitar.

Proses Deteksi Sesar Cisadane

Dalam riset lapangan, tim yang dipimpin Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Sukahar Eka, memanfaatkan analisis gaya berat, survei seismik bawah permukaan, serta pemetaan udara menggunakan drone VTOL Skycruiser dengan sensor LiDAR untuk mendeteksi jalur Sesar Cisadane.

Teknologi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kelurusan lembah dan jalur sesar meski tertutup vegetasi lebat. 

Hasil sementara menunjukkan karakter sesar mendatar dengan arah barat laut–tenggara mengikuti aliran Sungai Cisadane.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang