Sesar Cisadane Membentang Bogor–Tangerang, Apakah Bisa Picu Gempa Dahsyat?

Badan Geologi buka suara setelah temuan Sesar Cisadane yang diperkirakan membentang dari Bogor, Jawa Barat hingga Tangerang, Banten.

Sesar tersebut diperkirakan aktif dengan jarak hanya 20 kilometer dari Jakarta yang dapat ditempuh dalam waktu satu jam.

Tim peneliti yang dipimpin Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Sukahar Eka, menunjukkan bahwa jejak Sesar Cisadane dapat ditemukan di Gunung Nyungcung.

Gunung setinggi 240 meter di atas permukaan laut tersebut dulunya menjadi satu dengan Gunung Panjang.

Namun, akibat aktivitas Sesar Cisadane di masa lalu, kedua gunung tersebut terbagi menjadi dua.

Selain itu, peneliti juga menemukan mata air panas di celah rekahan Gunung Panjang yang mengisyaratkan struktur patahan yang masih bekerja.

Lantas, apakah Sesar Cisadane dapat memicu gempa dahsyat di kemudian hari?

Apakah Sesar Cisadane Dapat Memicu Gempa Dahsyat?

Penyelidik Bumi Utama Badan Geologi Supartoyo menjelaskan bahwa Sesar Cisadane terletak di Sungai Cisadane.

Berdasarkan temuan Supartoyo, Sesar Cisadane termasuk potential active fault atau sesar potensi aktif.

Itu artinya, aktivitas Sesar Cisadane sempat terjadi sekitar 11.000 hingga sekitar 1,7 juta tahun yang lalu.

"Sesar merupakan retakan pada batuan atau tanah yang pernah mengalai pergerakan baik horizontal maupun vertikal," ujar Supartoyo saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/2/2026).

Lebih lanjut, Supartoyo menerangkan bahwa Sesar Cisadane tidak berpotensi menyebabkan gempa besar.

Ia juga menegaskan bahwa sesar tersebut tidak termasuk sesar kelas aktif A.

"Sebarannya sesuai lokasi tipe, yaitu di Sungai Cisadane," imbuh Supartoyo.

"Sesar Cisadane diperkirakan sumber gempa bumi di darat, bukan megathrust. Megathrust artinya sesar naik pada zona penunjaman bagian atas dengan kedalaman kurang dari 40 kilometer yang mampu menghasilkan gempa bumi dengan magnitudo di atas 8," sambungnya. 

Supartoyo mengatakan, Badan Geologi sudah melakukan koordinasi dan penyampaian informasi awal dengan Pemerintah Kabupaten Bogor sewaktu melaksanakan kegiatan penyelidikan. 

Hingga kini, Badan Geologi masih terus melakukan updating data untuk mencari bukti aktivitas Sesar Cisadane.

hal itu dilakukan melalui referensi dan merencanakan kegiatan penyelidikan dengan berbagai metode, seperti geologi, geofisika, dan geodesi.

Supartoyo mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan keberadaan sesar Cisadane. 

"Jangan percaya berita hoaks dan ikuti informasi melalui web dari Badan Geologi berkaitan dengan Sesar Cisadane dan sesar aktif lainnya," ujarnya.

Apa Saja Sesar yang Mengintai Jabodetabek?

Dengan temuan sesar Cisadane, artinya ada beberapa sesar aktif yang mengepung wilayah Jabodetabek.

Dilansir dari Kompas TV, Kamis (21/8/2025), berikut daftar sesar yang mengepung Jabodetabek:

1. Sesar Cimandiri

  • Lokasi:
    • Membentang sekitar 100 kilometer dari Teluk Pelabuhan Ratu hingga Padalarang, Bandung Barat.
  • Aktivitas:
    • Termasuk sesar tua. Dikenal sebagai pemicu gempa Cianjur 21 November 2022 bermagnitudo 5,6 yang menewaskan lebih dari 600 orang dan merusak ribuan bangunan.

2. Sesar Baribis

  • Lokasi:
    • Membentang dari Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, hingga melintas di bawah Jakarta bagian timur.
  • Aktivitas:
    • Merupakan sesar geser (strike-slip fault). Pernah memicu gempa besar di Jakarta (1780) dan Majalengka (1990). Disebut BMKG sebagai ancaman utama karena dekat pusat pemerintahan dan industri.

3. Sesar Lembang

  • Lokasi:
    • Membentang sekitar 30 kilometer dari barat ke timur di wilayah Lembang, Bandung Barat.
  • Aktivitas:
    • Termasuk sesar mendatar dengan sedikit komponen vertikal. Gempa terakhir tercatat pada 13 Desember 2021 dengan magnitudo 2,5.

4. Sesar Citarik

  • Lokasi:
    • Membelah Jawa Barat dari Teluk Pelabuhan Ratu, Gunung Salak-Pangrango, Bogor, Jonggol, hingga Bekasi.
  • Aktivitas:
    • Termasuk sesar geser (strike-slip fault) yang masih aktif. Jalurnya membuat Bogor, Depok, dan Bekasi rentan gempa darat.

5. Sesar Cipamingkis

  • Lokasi:
    • Terletak di Sukabumi bagian timur hingga wilayah barat Cianjur, berarah barat daya–timur laut.
  • Aktivitas:
    • Masih aktif dan berpotensi memicu gempa dangkal. Diduga terhubung dengan jalur Sesar Baribis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang