Profil Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi: Pernah Bongkar Kasus 350 Ton Beras Oplosan hingga Narkoba 1,2 Ton

Ade Papa Rihi, Polres Salatiga, Profil Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi: Pernah Bongkar Kasus 350 Ton Beras Oplosan hingga Narkoba 1,2 Ton

AKBP Ade Papa Rihi resmi menjabat sebagai Kapolres Salatiga pada Senin (12/1/2026). 

Ia menggantikan AKBP Veronica yang mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Batang.

Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari mutasi Polri Januari 2026. 

Penunjukan AKBP Ade Papa Rihi menandai babak baru kepemimpinan di Polres Salatiga.

Profil AKBP Ade Papa Rihi

AKBP Ade Papa Rihi merupakan Perwira Menengah (Pamen) Polri yang memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Polres Salatiga, Ade lahir di Flores Timur pada 16 Juni 1982. 

Ade merupakan putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Kompol Kale Rihi dan Yohana Sakawatu.

Karier kepolisian Ade Papa Rihi dimulai pada 2001 sebagai Bintara Polri setelah lulus dari SPN Kupang, Polda NTT. 

Ia kemudian berdinas di Satuan Brimob Polda NTT sebelum melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian dan dilantik sebagai perwira Polri pada 2006.

Pendidikan lanjutan ditempuh di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang diselesaikan pada 2012. 

Ia juga menuntaskan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri pada 2022.

Sejumlah pelatihan khusus juga pernah diikuti Ade, antara lain Financial Investigation Program di JCLEC Semarang (2010), Tactical Safety and Planning Course di ILEA Bangkok (2015 dan 2017), Comparative Study of Police System Course oleh JICA di Tokyo, Jepang (2016), serta Asset Tracing and Recovery Training–ICITAP di Jakarta (2023).

Penugasan awal Ade di Korps Bhayangkara dimulai di Polda Jawa Barat. 

Ia pernah menjabat Kanit Ranmor Satreskrim Polres Kota Sukabumi, Kanit Jatanras Polwiltabes Bandung, Kanit Reskrim Polsek Astanaanyar, Kanit Reskrim Polsek Sukasari Polres Bandung Barat, serta Kanit Reskrim Polsek Sukajadi Polrestabes Bandung.

Perjalanan kariernya berlanjut ke Polda Kalimantan Selatan. Di wilayah ini, ia dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis, yakni Kasat Reskrim Polres Banjar, Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu, Kasat Reskrim Polres Tanah Laut, hingga Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin.

Selanjutnya, Ade dipercaya menjabat Korspripim Polda Kalimantan Selatan, sebelum mengemban tugas serupa sebagai Korspripim Polda Jawa Timur.

Usai menuntaskan pendidikan Sespimmen, ia kembali ke ranah reserse kriminal dengan bertugas di Ditreskrimsus Polda Banten. 

Di sana, ia menjabat Kasubdit II Fismondev, Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi, serta Kasubdit IV Tindak Pidana Tertentu.

Setelah pengabdian di Polda Banten, ia kembali dipercaya pimpinan untuk mendampingi Sekretaris Jenderal dalam mengawal transformasi kelembagaan dari Kementerian Hukum dan HAM menjadi Kementerian Hukum Republik Indonesia. 

Ia juga terlibat aktif dalam pembentukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kementerian HAM.

AKBP Ade Papa Rihi Pernah Bongkar Kasus 350 Ton Beras Oplosan

Sepanjang kariernya di bidang reserse, Ade telah mengungkap berbagai kasus besar.

Salah satunya kasus pengoplosan gas bersubsidi dengan omzet mencapai Rp 1 miliar per hari.

Kasus lainnya adalah pengoplosan beras Bulog dengan barang bukti 350 ton serta kasus korupsi dana Desa Lontar senilai Rp 1 miliar.

Ade juga terlibat dalam pengungkapan kasus korupsi akses jalan Pelabuhan Warnasari Cilegon Tahap I dengan nilai Rp 39,1 miliar.

Selain itu, Ade juga pernah mengungkap kasus uang palsu lintas provinsi dengan barang bukti Rp 1,2 miliar pada 2016.

Kasus lain yang pernah ia tangani adalah pembongkaran jaringan narkotika internasional dengan barang bukti sebesar 1,2 ton dan pengungkapan kasus pemalsuan situs Pemerintah Amerika Serikat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang