Rekam Jejak Ari Askhara: Dulu Tersandung Selundup Harley Garuda, Kini Pimpin Humpuss Maritim

Ari Askhara
Ari Askhara

 Emiten logistik energi, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), resmi melakukan perombakan besar dalam jajaran manajerialnya. Nama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, atau yang akrab disapa Ari Askhara, kini dipercaya menduduki kursi Direktur Utama perseroan.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Mangkuluhur City Tower One, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Penunjukan ini menarik perhatian luas mengingat rekam jejak Ari Askhara yang sarat pengalaman di posisi strategis, namun juga pernah melewati fase kontroversi hukum di masa lalu.

Fokus pada Sinergi dan Diversifikasi

Sebagai nakhoda baru menggantikan Tirta Hidayat, Ari Askhara menegaskan arah baru bagi HUMI. Ia berambisi membawa perseroan melampaui peran tradisionalnya.

“Ke depan, HUMI akan fokus pada pertumbuhan revenue yang sehat melalui sinergi grup, pengembangan armada, dan diversifikasi usaha yang berkelanjutan, berbasis pada integrated maritime and energy logistics nasional, bukan hanya sekadar ship owner,” ujar Ari dalam keterangannya, Kamis 15 Januari 2026 dikutip Antara.

Rekam Jejak Ari Askhara

Jika menilik rekam jejak kariernya, Ari Askhara memang dikenal sebagai sosok ‘brilia’" di dunia keuangan namun memiliki catatan kelam yang sulit dilupakan publik.

I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Askhara

1. Latar Belakang Keuangan dan Perbankan Internasional

Ari memiliki pondasi kuat di sektor finansial. Lulusan Ekonomi UGM dan MBA Universitas Indonesia ini memulai kariernya di Bank Ekspor Impor Indonesia (1994) dan Bank Mandiri (2005). Ia kemudian merambah ke institusi keuangan global dengan menduduki posisi strategis di Deutsche Bank AG, Barclays Investment Bank, hingga menjadi Direktur di Standard Chartered Singapore serta Head of Natural Resources di ANZ Bank Indonesia.

2. Pengalaman Kepemimpinan di Berbagai BUMN

Sebelum masuk ke industri maritim swasta, Ari telah lama malang melintang di posisi puncak BUMN. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III pada 2014, Direktur Keuangan Garuda Indonesia (2014-2016), hingga Direktur Human Capital di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 2016. Ia kemudian kembali ke Pelindo III sebagai CEO sebelum akhirnya memimpin Garuda Indonesia sebagai Direktur Utama pada 2018.

3. Kontroversi Kasus Kepabeanan di Garuda Indonesia

Masa jabatan Ari di Garuda Indonesia berakhir pada akhir 2019 setelah munculnya kasus penyelundupan kargo ilegal berupa motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat baru Airbus A330-900 Neo. Akibat kejadian tersebut, Ari dicopot dari jabatannya dan menjalani proses hukum. Pada 14 Juni 2021, Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis satu tahun penjara dan denda Rp300 juta atas pelanggaran undang-undang kepabeanan tersebut.

4. Transisi ke Humpuss Group

Setelah menyelesaikan masa hukumannya, Ari kembali ke panggung korporasi dengan bergabung di lingkungan Humpuss Group. Sebelum menjabat sebagai Dirut HUMI, ia tercatat pernah menjadi CEO PT Sarana Bali Dwipa Jaya dan Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Penunjukannya di HUMI mempertegas kepercayaan pemegang saham terhadap kapasitasnya dalam mengelola logistik maritim terintegrasi.

Wajah Baru Jajaran Pengurus HUMI

Bukan hanya posisi Dirut, RUPSLB juga menetapkan susunan baru yang dianggap lebih segar untuk menghadapi tantangan logistik energi nasional:

  • Komisaris Utama/Independen: Mahdan (Gantikan AR Sofyan)
  • Komisaris: Dedi Hudayana (Gantikan Daryono)
  • Direktur Utama: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara)
  • Direktur: Indra Yurana Sugiarto (Gantikan Dedi Hudayana)