Sosok Mayjen TNI Hendy Antariksa: Pernah Pimpin Misi Garuda di Lebanon, Kini Pangdam I/Bukit Barisan
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menunjuk Mayjen Hendy Antariksa sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan.
Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1448/X/2025 tertanggal 30 Oktober 2025.
Wilayah komando Bukit Barisan meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, menjadikannya salah satu area strategis pertahanan nasional.
Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi perwira tinggi adalah bagian dari sistem pembinaan karier yang terencana dan berkesinambungan.
Ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menjaga profesionalisme dan kesiapan satuan TNI menghadapi tantangan zaman.
"Rotasi jabatan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan wujud nyata pembinaan karier yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan kesiapan satuan," ujar Freddy dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).
Mutasi Mayjen Hendy Antariksa ke Kodam I/Bukit Barisan dinilai strategis karena wilayah ini menjadi pintu gerbang pertahanan Indonesia bagian barat.
Selain itu, posisi Pangdam I/Bukit Barisan berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah yang memiliki potensi sosial, ekonomi, dan politik yang tinggi.
Freddy Ardianzah menambahkan bahwa regenerasi kepemimpinan seperti ini menjadi cara TNI memastikan setiap lini memiliki sosok pemimpin yang tangguh dan adaptif.
“Dengan adanya regenerasi kepemimpinan, TNI memastikan setiap lini memiliki sosok pemimpin yang tangguh, responsif, dan mampu menjawab tantangan zaman," katanya.
Siapa Mayjen Hendy Antariksa?
Mayjen Hendy Antariksa lahir pada 20 Maret 1971 di Cimahi, Jawa Barat. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri (Kopassus).
Karier militernya banyak diwarnai dengan pengalaman di satuan elite. Hendy pernah bertugas di Satuan Penanggulangan Terorisme 81 atau Sat-81/Gultor, unit antiteror TNI yang beranggotakan prajurit terlatih dengan kemampuan di atas rata-rata.
Pada 2008-2009, Hendy menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 300 Raider Kostrad, kemudian dipercaya memimpin Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/Pasukan Sementara PBB di Lebanon pada 2010. Tugas ini menandai kiprahnya di kancah internasional dalam menjaga perdamaian dunia.
Setelah itu, ia menjabat sebagai Komandan Kodim 0621/Kabupaten Bogor hingga 2013. Di tingkat staf, Hendy pernah menduduki jabatan strategis seperti Perwira Pembantu Utama V/Kerjasama Militer Staf Operasi Angkatan Darat pada 2018 dan Perwira Pembantu Utama VI/Kemanunggalan TNI-Rakyat di Staf Latihan Angkatan Darat pada 2020.
Bagaimana perjalanan kariernya hingga jadi Pangdam?
Perjalanan karier Hendy terus menanjak. Pada 2023, ia dipercaya sebagai Kepala Pusat Komando dan Pengendalian di Kementerian Pertahanan, sebelum kemudian menjabat Direktur Sumber Daya Manusia di Ditjen Kekuatan Pertahanan.
Setahun berselang, Hendy diangkat menjadi Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI pada Desember 2024.
Sebagai Dankoopssus, Hendy dikenal disiplin dan memiliki kemampuan analisis tinggi dalam perencanaan operasi militer.
Kepemimpinannya di satuan khusus membuatnya dipandang sebagai figur strategis di lingkungan TNI. Pada Mei 2025, ia dimutasi menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), lembaga pendidikan tertinggi perwira menengah TNI AD.
Hanya beberapa bulan berselang, kariernya kembali naik setelah dipilih Panglima TNI untuk memimpin Kodam I/Bukit Barisan.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunMedan.com dan Kompas.com dengan judul "Profil Mayjen Hendy Antariksa, Jebolan Kopassus yang Jadi Pangdam I/Bukit Barisan".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.