Banjir Karawang Meluas, 667 Rumah di Teluk Jambe Barat Terendam hingga 2 Meter

Evakuasi korban banjir di Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat
Evakuasi korban banjir di Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat

 Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terus meluas. Hingga Senin, 19 Januari 2026, banjir merendam 667 rumah warga di Desa Kalangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga lebih dari 2 meter.

Berdasarkan pantauan di lapangan, luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet menyebabkan genangan air semakin tinggi dan meluas ke tujuh RT di dua dusun, yakni Dusun Pangasinan dan Dusun Kampek. Sebelumnya, banjir hanya merendam lima RT.

Kondisi banjir di Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat

Dari pantauan kamera udara, terlihat air menggenangi pemukiman warga secara merata. Sejumlah rumah bahkan nyaris terendam seluruhnya, menyisakan atap bangunan dan pepohonan yang masih terlihat di permukaan.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat, 1.562 warga terdampak banjir dan telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman, termasuk ke tenda-tenda darurat yang disiapkan pemerintah daerah.

Petugas BPBD Karawang, Kaming, mengatakan hingga kini debit air yang masuk ke permukiman warga masih cukup deras.

“Air masih terus masuk ke pemukiman dan diperkirakan ketinggiannya akan terus bertambah jika hujan dan luapan sungai belum surut,” ujarnya.

Selain merendam rumah warga, banjir juga melumpuhkan akses jalan desa, serta merendam sekolah, masjid, dan sejumlah fasilitas umum lainnya, sehingga aktivitas warga terhenti total.

Evakuasi korban banjir di Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat

Evakuasi korban banjir di Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat

Banjir Sudah Terjadi Sejak Minggu

Sebelumnya, pada Minggu, 18 Januari 2026, banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter lebih dulu merendam ratusan rumah warga di desa yang sama. Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi sejak Sabtu malam, yang menyebabkan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap.

Akibat kondisi tersebut, ribuan warga dari lima RT di Dusun Pangasinan dan Dusun Kampek terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko keselamatan.

Seorang warga Kalangligar mengungkapkan banjir kali ini tergolong besar dan datang dengan cepat.

“Air naiknya cepat sekali. Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” kata seorang warga.

Hingga kini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan evakuasi warga, terutama lansia dan anak-anak, serta memantau perkembangan ketinggian air di lokasi terdampak. (Laporan Agung Prasetio, tvOne, Karawang)