Film Sengkolo Petaka Satu Suro, Penulis Ungkap Kisah Nyata Diganggu Kuntilanak

Konferensi Pers Film Sengkolo
Konferensi Pers Film Sengkolo

 Mitos malam Satu Suro kembali menjadi inspirasi dunia perfilman Indonesia melalui kehadiran film horor terbaru berjudul Sengkolo Petaka Satu Suro. Film ini tidak hanya mengandalkan ketegangan visual dan efek kejut, tetapi juga menawarkan cerita yang berakar dari pengalaman mistis nyata sang penulis naskah, Maruska Bath. 

Pengalaman tersebut dialami Maruska ketika menjalani masa kehamilan, yang kemudian menjadi fondasi utama dalam pengembangan cerita film ini. Scroll lebih lanjut yuk!

Sengkolo Petaka Satu Suro mengisahkan kehidupan Rahayu, seorang bidan yang awalnya menjalani kehidupan rumah tangga yang tenteram bersama keluarganya. Namun, ketenangan itu perlahan berubah menjadi rangkaian teror mencekam ketika berbagai kejadian tak masuk akal mulai terjadi di sekelilingnya. 

Peristiwa demi peristiwa memunculkan dugaan adanya keterkaitan dengan mitos malam Satu Suro, terutama kepercayaan turun-temurun yang melarang ibu hamil keluar rumah pada malam tersebut. 

Cerita Rahayu tidak semata berkutat pada teror gaib, melainkan juga menampilkan pergulatan batin, dinamika relasi keluarga, serta pengorbanan besar yang mengubah arah hidupnya.

Maruska Bath mengungkapkan bahwa benih cerita film ini muncul dari pengalaman pribadi yang dialaminya hampir dua tahun lalu. Ia mengaku mengalami gangguan makhluk halus sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan anaknya.

“Waktu aku hamil, aku sering diganggu kuntilanak. Bahkan sampai baby sitter dan pembantu aku berhenti. Dari situ aku kepikiran, kok menarik ya bikin cerita tentang orang hamil,” ungkap Maruska, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

Meski berangkat dari kisah horor personal, Maruska menekankan bahwa Sengkolo Petaka Satu Suro dikembangkan dengan porsi drama yang kuat. Unsur emosional, khususnya hubungan kakak-adik, menjadi salah satu tulang punggung cerita yang membuat film ini memiliki kedalaman lebih dari sekadar horor konvensional.

Film ini disutradarai oleh Deni Saputra dengan Hadrah Daeng Ratu sebagai produser kreatif, serta pengembangan skenario oleh Alim Sudio. Deni menyebut naskah film ini sudah solid sejak awal.

"Ini skrip yang sudah siap syuting. Tantangannya adalah bagaimana membuatnya berbeda dari film horor lain,” ujar Deni.

Ia menambahkan bahwa seluruh tim bekerja intens untuk merancang konsep visual, karakter, hingga kejutan cerita yang segar tanpa menghilangkan kekuatan dramanya. 

Peran utama Rahayu dipercayakan kepada Aulia Sarah, yang mengaku antusias sekaligus tertantang dengan karakter tersebut.

"Biasanya aku ditawari main horor jadi hantu. Di sini aku dipercaya memegang karakter dengan screen time besar dan tanggung jawab yang berat,” kata Aulia.

Selain Aulia Sarah, film ini juga dibintangi Agla Artalidia, Dimas Aditya, Cindy Nirmala, Ence Bagus, Annisa Hertami, Miqdad Addausy, dan sejumlah pemain lainnya. Sengkolo Petaka Satu Suro dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2025.