Polemik Dapur MBG Sragen Berdekatan dengan Kandang Babi, Begini Respons BGN
Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung ke lapangan untuk menyikapi polemik keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang bersebelahan dengan kandang babi milik warga.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony, mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Banaran pada Rabu petang, 7 Januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah investigasi awal untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Dapur MBG atau SPPG di Sambungmacan, Kabupaten Sragen dekat kandang babi
Sebelum meninjau dapur SPPG, Dony yang didampingi dua pegawai BGN terlebih dahulu mengecek kandang babi milik Angga Wiyana (44) yang berada di sisi timur bangunan SPPG. Ia masuk langsung ke area kandang yang berada di belakang rumah pemilik.
Pertemuan singkat antara Dony dan pemilik kandang berlangsung tertutup dan tidak dihadiri awak media. Usai meninjau lokasi kandang, rombongan BGN kemudian beralih ke dapur SPPG Banaran.
Di lokasi tersebut, Dony berbincang dengan Pengelola sekaligus penanggung jawab SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko, untuk mendapatkan gambaran pengelolaan dapur MBG serta jarak dan kondisi lingkungan sekitar.
Ditemui setelah kunjungan, Dony menyampaikan bahwa BGN akan menempuh jalur mediasi guna menyelesaikan polemik yang berkembang di masyarakat.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony
"Nanti saja, setelah kita mediasi sama Kapolres, Dandim dengan seluruh Muspida yang ada. Rencana besok pagi (Kamis 8 Januari)," kata Donny.
Ia menegaskan, seluruh pihak yang berkepentingan akan dilibatkan dalam proses mediasi tersebut. Selain unsur Muspida, BGN juga akan mengikutsertakan Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sragen.
Donny menjelaskan, pihaknya saat ini diminta melakukan investigasi lapangan terkait posisi kandang babi dan dapur SPPG yang berada bersebelahan. Adapun keputusan akhir terkait polemik tersebut akan ditentukan oleh pimpinan BGN.
"Semua pihak kita undang, di daerah kita punya satgas MBG itu nanti yang kita libatkan. Nanti keputusannya ada di pimpinan, saya hanya mengambil investigasi tempat secara real yang kondisinya ada di sana," tutup dia. (Laporan Mahfira Putri, tvOne, Sragen)