Hadiah Rp1 Juta! Uya Kuya Bikin Sayembara untuk Serbu Penyebar Hoaks Dapur MBG
Artis sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, mengambil langkah tegas terhadap maraknya penyebaran informasi palsu yang menyeret namanya. Ia resmi melaporkan sejumlah akun media sosial ke pihak kepolisian atas dugaan penyebaran hoaks terkait tudingan dirinya menguasai ratusan proyek Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Laporan tersebut telah masuk ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya pada Sabtu, 18 April 2026.
Uya Kuya mengungkapkan, setidaknya terdapat delapan hingga sepuluh akun dari berbagai platform seperti X, Facebook, Threads, Instagram, hingga TikTok yang diduga terlibat dalam penyebaran narasi tidak benar tersebut.
Langkah hukum ini bukan tanpa alasan. Uya Kuya mengaku masih menyimpan trauma mendalam akibat kejadian pada Agustus 2025, saat rumahnya menjadi sasaran penjarahan setelah dirinya memilih diam terhadap gelombang hoaks yang beredar saat itu. Kali ini, ia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.
"Waktu Agustus kemarin saya belajar dari pengalaman, beredarnya ribuan video hoaks, saya diamkan. Akibatnya apa? Rumah saya dijarah. Keluarga saya dikorbankan," kata Uya Kuya saat ditemui di Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa 21 April 2026.
Dampak dari kejadian tersebut masih terasa hingga kini. Uya Kuya menyebut kondisi rumahnya baru selesai direnovasi sekitar 70 persen setelah hampir seluruh bagian penting dirusak dan diambil oleh pelaku.
Mulai dari rangka bangunan hingga perlengkapan dasar seperti pipa dan wastafel turut lenyap. Kondisi ini turut memengaruhi kondisi psikologis keluarga, termasuk putri sulungnya, Cinta Kuya.
"Kemarin Cinta bilang, 'Pah ini apa lagi sih? Emang Papa punya dapur?' Ya (mereka) sedih lah pasti. Karena mereka ngalamin apa yang terjadi sama keluarga kita di bulan Agustus itu," tegasnya.
Merasa geram terus menjadi sasaran fitnah, suami Astrid Margaretha ini pun mengambil langkah tidak biasa. Ia mengumumkan sayembara terbuka bagi masyarakat yang mampu mengungkap identitas di balik akun-akun anonim tersebut.
"Kalau ada yang bisa memberitahu dan memberikan data yang akurat lengkap account-account yang memfitnah saya itu siapa aja, hubungin saya. Kalau terbukti saya kasih uang, satu juta masing-masing," ujarnya.
Di sisi lain, Uya Kuya juga menegaskan bahwa dirinya tidak membuka peluang damai bagi pihak-pihak yang tetap menyebarkan kebohongan.
Meski demikian, ia masih mempertimbangkan kemungkinan memaafkan akun yang telah menghapus konten fitnah sebelum proses hukum berjalan.
Terkait tudingan memiliki 750 dapur MBG, Uya Kuya membantah keras dengan mengajak publik berpikir logis. Ia menilai angka tersebut tidak masuk akal jika dikaitkan dengan besarnya modal yang dibutuhkan.
"Saya aja dengar ya katanya ada orang-orang yang buka dapur satu aja katanya susah setengah mati ngurus izinnya segala macam... 'Gosipnya Uya punya 750 dapur'. Berarti kalau let's say modalnya Rp3 miliar misalnya, dikali 750 dapur, berarti Rp2,250 triliun lebih. Uang dari mana?" papar Uya Kuya.
Lebih jauh, Uya Kuya juga menyoroti rendahnya literasi digital di tengah masyarakat yang membuat hoaks mudah menyebar tanpa verifikasi.
Ia mengaku prihatin karena tidak sedikit pihak berpendidikan yang ikut mempercayai isu tersebut.
Tak hanya itu, ia menduga ada kepentingan tertentu di balik penyebaran informasi tersebut. Menurutnya, pola penyebaran yang masif dan terstruktur mengindikasikan adanya motif politik yang ingin menjatuhkan reputasinya di ruang publik.