Emas Perhiasan Diam-diam Jadi Biang Kerok Inflasi 2025, Ini Penjelasan BPS

Ilustrasi Emas
Ilustrasi Emas

 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pergerakan harga sepanjang tahun 2025 dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik. Mulai dari tren harga komoditas internasional, kebijakan pemerintah, hingga kondisi cuaca ekstrem yang berdampak pada pasokan dan distribusi. 

Di tengah dinamika tersebut, emas perhiasan tercatat sebagai salah satu komoditas yang konsisten memberikan tekanan terhadap inflasi nasional.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan bahwa tren harga emas dunia menjadi salah satu peristiwa penting yang memengaruhi indikator harga sepanjang 2025. 

"Tren kenaikan harga emas dunia terus berlanjut sampai dengan akhir tahun 2025,” ujarnya di konferensi pers, Senin, 6 Januari 2026.

Kenaikan harga emas global ini kemudian tercermin pada harga emas perhiasan di dalam negeri dan berdampak langsung pada inflasi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini

BPS mencatat, pada Desember 2025 terjadi inflasi bulanan sebesar 0,64 persen dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 pada Desember 2025. 

“Pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan atau month to month atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen atau IHK dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 pada Desember 2025,” paparnya. Secara tahunan dan year-to-date, inflasi tercatat sebesar 2,92 persen.

Dalam rincian komoditas penyumbang inflasi Desember 2025, emas perhiasan tercatat memberi andil yang cukup signifikan. “Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,07 persen.” 

Selain emas perhiasan, komoditas lain yang turut menyumbang inflasi antara lain bensin dan tarif angkutan udara. BPS juga mencatat emas perhiasan berperan dominan pada komponen inti inflasi. 

Pada Desember 2025, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan andil inflasi 0,12 persen. Secara tahunan, komponen inti mencatat inflasi sebesar 2,38 persen dan menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi nasional.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, peran emas perhiasan semakin menonjol. “Emas dan emas perhiasan memberikan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada 2025. Komoditas ini menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali di tahun 2025.” 

Data ini menunjukkan kuatnya pengaruh harga emas perhiasan dalam pembentukan inflasi sepanjang tahun. Secara keseluruhan, inflasi kumulatif tahun 2025 tercatat sebesar 2,92 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun 2024. 

BPS menyimpulkan bahwa selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, emas perhiasan menjadi komoditas strategis yang berperan besar dalam dinamika inflasi Indonesia, baik secara bulanan maupun tahunan.