Bukan Sekadar Perhiasan, Emas Jadi Pilar Perencanaan Keuangan Perempuan

Meningkatnya kemandirian finansial perempuan urban turut mendorong perubahan pola investasi. Jika dulu emas identik dengan perhiasan atau simpanan orangtua, kini instrumen ini justru dilirik sebagai bagian dari perencanaan keuangan.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, perempuan tidak lagi sekadar menjadi pengelola pengeluaran rumah tangga, tetapi juga perancang strategi keuangan keluarga.
Tren ini tercermin dari meningkatnya minat perempuan terhadap investasi emas, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
Perempuan sebagai Market Terbesar
Brand Manager Lakuemas, Esther Napitupulu mengungkap, perempuan sebagai salah satu segmen terbesar di platform Lakuemas.
“Menariknya, perempuan itu adalah salah satu market yang terbesar di Lakuemas. Kenapa? Karena kami yakin bahwa memang emas, sangat dekat dengan masyarakat Indonesia dan especially wanita gitu ya, dalam bentuk apa pun, perhiasan, logam mulia, bahkan sekarang bentuknya sudah digital,” papar Esther di acara Media Gathering the Palace dan Lakuemas, di The palace lippo Mall Nusantara, Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, kedekatan emosional dan historis perempuan dengan emas berkembang menjadi kesadaran finansial yang lebih rasional.
Apalagi, perempuan memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan keuangan. Bukan sekadar mengatur anggaran, tapi juga menjadi perencana asset jangka panjang.
“Dulunya ketika wanita belum menikah, wanita itu kan adalah CFO diri sendiri, jadi menteri keuangan diri sendiri. Terus ketika kita sudah menikah, wanita adalah menteri keuangan untuk keluarganya,” ujarnya.
Integrasi Emas dalam Perencanaan Jangka Panjang
Brand Manager Lakuemas, Esther Napitupulu, Brand Manager The Palace Jeweler, Winny Melita
Seiring meningkatnya literasi keuangan, perempuan urban juga tidak lagi melihat emas sebagai tren sesaat. Stabilitas harga dan sifatnya yang relatif rendah risiko, menjadikan emas pilihan untuk tujuan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak atau persiapan masa pensiun.Lebih lanjut Esther mengatakan, saat ini ada berbagai program dan fitur yang menarik, yang memudahkan konsumen menerapkan strategi keuangan jangka panjang.
“Lewat Lakuemas, kami mempunyai berbagai macam program, fitur-fitur yang sangat menarik. Salah satunya, baru launching dua minggu lalu, yakni Laku Cicil. Di mana konsumen bisa membeli emas, baik emas digital atau emas fisik dengan ‘mengunci’ harga emas hari ini dan kemudian mencicilnya,” jelas Esther.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini membantu menjadikan emas sebagai bagian dari strategi keuangan keluarga. Pasalnya, dengan perencanaan yang tepat, pembelian emas yang bertahap dan harga yang sudah dikunci dari awal, bisa menguntungkan untuk jangka panjang.
Momen Ramadhan dan Tradisi Gifting
Tren investasi emas ini juga diperkuat oleh momentum Ramadhan dan Idul Fitri. Tahun ini, The Palace Jeweler kembali berkolaborasi dengan Lakuemas menghadirkan Program Promo Ketupat Emas yang berlangsung pada 18 Februari hingga 31 Maret 2026
Program ini memadukan pembelian perhiasan berlian dengan voucher emas digital, sebagai bentuk hadiah bernilai jangka panjang.
Brand Manager The Palace Jeweler, Winny Melita, mengatakan, di bulan suci penuh rahmat, setiap pemberian akan menjadi lebih bermakna, setiap keputusan menjadi lebih bijak, dan setiap transaksi diharapkan membawa keberkahan di bulan Ramadhan.
“Melalui kolaborasi antara The Palace Jeweler dan Lakuemas, program Ketupat Emas (Kejutan Dapat Emas) kembali hadir sebagai bagian dari tradisi gifting Ramadhan. Tidak hanya menghadirkan keindahan perhiasan emas berlian, tetapi juga nilai investasi melalui voucher emas digital,” jelas Winny.
Menariknya, bersama LAKUEMAS, The Palace Jeweler memberikan kesempatan bagi para pelanggan untuk memiliki privilege mendapatkan voucher LAKUEMAS mulai dari nominal Rp200 ribu dengan melakukan pembelian diamond jewellery pada tiering tertentu, yang bisa dijadikan hadiah terbaik di bulan Ramadhan untuk orang-orang tersayang.
Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana emas tidak hanya diposisikan sebagai simbol kemewahan, tetapi juga sebagai instrumen yang dapat bertumbuh nilainya di masa depan.
Di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi harga, perempuan urban tampaknya akan semakin mantap menjadikan emas sebagai bagian dari strategi keuangan yang terukur dalam rencana mengelola masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang