Tips Isi Baterai Mobil Listrik: Jangan Penuhkan Hingga 100%

fast charging, SPKLU, pengisian baterai, mobil listrik, Tips Isi Baterai Mobil Listrik: Jangan Penuhkan Hingga 100%

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengisi baterai mobil listrik hingga penuh sering dianggap sebagai pilihan paling aman agar jarak tempuh maksimal.

Namun, kebiasaan tersebut justru bisa membuat waktu pengisian menjadi jauh lebih lama, terutama saat menggunakan fasilitas fast charging di SPKLU.

Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, karakter pengisian baterai mobil listrik memang dirancang tidak linear, khususnya ketika kapasitas baterai sudah mendekati penuh.

“Ketika baterai sudah berada di kisaran 80 persen ke atas, sistem akan menurunkan daya pengisian secara otomatis. Tujuannya untuk menjaga suhu baterai tetap stabil dan melindungi usia pakai baterai itu sendiri,” kata Iqbal kepada Kompas.com, Selasa (30/12/2025).

Iqbal menjelaskan, pada rentang pengisian 10 hingga 70 persen, daya listrik yang masuk masih relatif besar sehingga proses pengisian berlangsung cepat.

Inilah alasan mengapa klaim fast charging dari pabrikan umumnya ditampilkan pada rentang tersebut, bukan dari nol hingga 100 persen.

Misalnya pada AION V, di mana pengisian daya dari 10 persen ke 70 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 16 menit.

fast charging, SPKLU, pengisian baterai, mobil listrik, Tips Isi Baterai Mobil Listrik: Jangan Penuhkan Hingga 100%

Fitur V2L di Aion V

Jika pengisian dilanjutkan hingga 80 persen, total waktu yang dibutuhkan hanya bertambah menjadi sekitar 20 menit.

Namun, setelah melewati angka tersebut, waktu pengisian akan meningkat signifikan meskipun tambahan daya yang masuk relatif kecil.

Kondisi ini terjadi karena sistem manajemen baterai akan membatasi arus listrik untuk mencegah panas berlebih.

Semakin penuh baterai, semakin kecil daya yang diizinkan masuk, sehingga proses pengisian terasa melambat.

Karena itu, Iqbal menyarankan pengguna mobil listrik untuk tidak selalu memaksakan pengisian hingga 100 persen, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh dan bergantung pada SPKLU.

Mengisi baterai hingga 70-80 persen dinilai lebih efisien dari sisi waktu tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

“Dengan cara itu, pengguna bisa memaksimalkan waktu pengisian cepat, mengurangi antrean di SPKLU, dan tetap mendapatkan jarak tempuh yang optimal,” ujar Iqbal.

Pemahaman tentang karakter pengisian baterai ini menjadi penting seiring meningkatnya jumlah pengguna mobil listrik di Indonesia, agar penggunaan kendaraan listrik bisa lebih efisien, nyaman, dan ramah terhadap komponen baterai dalam jangka panjang.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang