Terungkap Abu Ubaidah Ternyata Wafat Sejak Agustus, Identitas dan Wajah Aslinya Dibuka
Juru bicara Hamas, Abu Ubaidah dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel. Kabar ini diumumkan langsung oleh sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam pada Minggu waktu setempat.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, seperti dikutip dari laman Turkiyetoday, Selasa 30 Desember 2025. Brigade Al-Qassam menjelaskan bahwa Abu Ubaidah, meninggal dunia pada Agustus lalu setelah sebuah serangan hebat menghantam tempat persembunyiannya di Gaza. Serangan tersebut menyebabkan luka parah yang akhirnya merenggut nyawanya.
Tiga bulan sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengumumkan kematian Abu Ubaidah menyusul operasi gabungan yang dilakukan oleh militer Israel dan badan intelijen Shin Bet di kawasan Al-Rimal, Kota Gaza
Sumber-sumber internal Hamas membantah pernyataan yang dikaitkan dengan pemimpin Hamas, Izzat al-Rishq, terkait kabar tersebut. Mereka menyebut pernyataan itu sebagai rekayasa dan mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan narasi Israel maupun laporan tandingan yang tidak akurat.
Siapa Abu Ubaidah?
Hudhayfa Samir Abdullah al-Kahlout, yang dikenal dengan nama Abu Ubaidah atau “pria bertopeng”, adalah juru bicara resmi sayap militer Hamas. Ia biasanya tampil mengenakan seragam militer lengkap, dengan wajah tertutup keffiyeh merah, berdiri di depan bendera atau lambang Brigade Al-Qassam.
Selama sekitar 20 tahun terakhir, ia menjadi salah satu suara Palestina yang paling lekat dengan perlawanan bersenjata. Namanya dikenal luas, tidak hanya di dunia Arab tetapi juga secara global, melalui pidato-pidatonya yang menentang pendudukan Israel, terutama sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 hingga kabar kematiannya.
Wajah Jubir Hamas, Abu Ubaidah
Pada 2006, Abu Ubaidah ditunjuk sebagai juru bicara Brigade Al-Qassam. Penampilan publik pertamanya terjadi pada 25 Juni 2006, ketika kelompok-kelompok bersenjata, termasuk Hamas, menyerang sebuah pos militer Israel di dekat perbatasan Gaza.
Ia mulai muncul dalam pemberitaan media sejak 2002 sebagai salah satu komandan lapangan senior di sayap militer Hamas. Pada masa itu, ia menghadiri konferensi pers gerakan tersebut, namun tidak pernah tampil secara terbuka. Setelah penarikan Israel dari Gaza pada 2005, ia dipromosikan dan resmi menjadi juru bicara sayap militer Hamas.
Pada 2013, Abu Ubaidah meraih gelar magister dari Universitas Islam Gaza, Fakultas Ushuluddin, dengan tesis berjudul “Tanah Suci dalam Perspektif Yudaisme, Kristen, dan Islam”. Setahun kemudian, dilaporkan bahwa ia tengah mempersiapkan studi doktoral.
Pesan terakhir Abu Ubaidah
Dalam pidato terakhirnya yang direkam dan disiarkan pada 29 Agustus lalu, sehari sebelum laporan kematiannya mencuat, Abu Ubaidah mengatakan bahwa setiap upaya tentara Israel untuk menduduki Jalur Gaza akan berbalik merugikan para pemimpin politik dan militernya. Ia menegaskan bahwa kelompok perlawanan siap memberikan pelajaran keras kepada pasukan yang menyerbu.
Ia juga menyatakan bahwa para pejuang Al-Qassam berada pada tingkat kesiapan dan kewaspadaan tertinggi. Menurutnya, rencana musuh untuk menduduki Gaza akan menjadi bencana bagi para pemimpin politik dan militer Israel, serta bahwa keputusan untuk melancarkan pertempuran darat akan membawa dampak strategis yang sangat serius bagi para pengambil keputusan di pihak lawan.