Hamas Kirim Surat Rahasia Ke Mojtaba Khamenei Minta Aktifkan Semua Lini Perlawanan
Hamas mengirim surat rahasia kepada Pemimpin Tertinggu baru Iran, Mojtaba Khamenei pada Sabtu 14 Maret 2026 lalu. Dalam surat itu, Hamas meminta Iran untuk tidak menyerang negara-negara teluk yang bertetangga.
Dalam surat rahasia itu juga, Hamas justru mendorong Iran untuk “mengaktifkan semua front,” atau dalam artian menggerakkan semua lini perlawanan yang dimiliki, demikian dilaporkan KAN News pada hari Minggu.
Sebelumnya, dalam pernyataan publiknya pada hari Sabtu, Hamas mengambil sikap yang lebih hati-hati dengan mengimbau Iran agar tidak menargetkan negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
“Meski kami menegaskan hak Iran untuk merespons agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai norma dan hukum internasional, kami menyerukan kepada saudara-saudara kami di Iran untuk tidak menyerang negara-negara tetangga,” demikian pernyataan Hamas dikutip dari laman The Jerussalem Post, Selasa 17 Maret 2026.
Dalam surat tersebut, Hamas juga menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan diri mereka dilucuti.
“Gerakan Hamas hari ini berdiri sepenuhnya di belakang kepemimpinan Anda yang bijaksana dalam menghadapi kekacauan ‘Zionis-Amerika’,” tulis mereka.
Dalam surat itu, Hamas juga menyebut negara-negara Teluk yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari ‘kubu yang kalah.’
“Mereka bahkan tidak berani melindungi orang-orang yang mencari perlindungan di pangkalan mereka,” demikian isi surat tersebut, yang tampaknya menyindir negara-negara Teluk seperti Yaman, tempat tentara AS dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran dalam Operasi Epic Fury.
Hamas menegaskan tekadnya untuk meraih kemenangan di masa depan di bawah kepemimpinan Iran. Dalam surat itu juga disebutkan dukungan penuh Hamas kepada Iran.
“Bersama saudara-saudara kami dalam poros perlawanan di Lebanon, Yaman, dan Irak. Kami akan membentuk kemenangan-kemenangan berikutnya di bawah kepemimpinan Anda,” tulis Hamas kepada Khamenei.
Menanggapi surat tersebut di X/Twitter, Kementerian Luar Negeri Israel menyebutnya sebagai bukti untuk mendukung tuduhan atau klaim mereka bahwa Hamas mengkhianati bangsa-bangsa Arab.
“Ini membuktikan bahwa pihak Palestina mengkhianati saudara-saudara Arab mereka,” demikian pernyataan mereka, merujuk pada sikap Hamas yang menyebut negara-negara Teluk lainnya sebagai lemah.