Hamas Desak Board of Peace Hentikan Serangan Israel di Gaza, Peringatkan Jangan Jadi Tameng Perang

Warga Gaza berjalan di tengah puing reruntuhan bangunan saat gencatan senjata
Warga Gaza berjalan di tengah puing reruntuhan bangunan saat gencatan senjata

 Hamas mendesak dewan Board of Peace (BOP) bentukan Presiden AS Donald Trump agar menekan Israel untuk menghentikan pelanggaran yang terus terjadi terhadap kesepakatan Gaza yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober lalu.

Seperti diketahui, BOP dijadwalkan menggelar pertemuan resmi pertamanya pada Kamis di Washington, DC waktu setempat. Di sisi lain, warga Palestina di wilayah yang hancur akibat perang masih menunggu fase kedua perjanjian damai benar-benar diberlakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perang genosida terhadap Jalur Gaza masih terus berlangsung melalui pembunuhan, pengusiran, pengepungan, dan kelaparan dan itu belum berhenti sampai saat ini,” kata juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataan video seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Kamis 19 Februari 2026.

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, lebih dari 600 warga Palestina tewas akibat serangan pasukan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Sedikitnya 1.600 orang lainnya terluka akibat tembakan artileri, senjata api, dan serangan udara Israel.

‘Cabut blokade’

Qassem juga meminta dewan bentukan Trump itu untuk memfasilitasi masuknya komite teknokrat yang telah dipilih guna memerintah Gaza yang porak-poranda, serta memulai upaya rekonstruksi besar-besaran demi mengakhiri penderitaan warga Gaza.

“Kami menyerukan agar blokade terhadap Gaza dicabut dan perlintasan dibuka sepenuhnya, bukan hanya pembukaan sebagian yang sangat terbatas … disertai pelanggaran oleh pihak pendudukan terhadap para pelintas,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan agar otoritas Israel tidak menjadikan dewan tersebut sebagai tameng untuk melanjutkan perang di Gaza dan menghambat proses rekonstruksi.

Pada Selasa, sumber Al Jazeera melaporkan artileri Israel menembaki kawasan Tuffah di Gaza City, bagian utara Jalur Gaza. Tank-tank Israel juga melepaskan tembakan senapan mesin berat di kota selatan Khan Younis.

Belum ada laporan korban jiwa langsung setelah serangan tersebut.

Hambatan yang berlanjut

Sebelumnya, seorang korban luka dilarikan ke Rumah Sakit al-Awda di Nuseirat, Gaza tengah, setelah sebuah drone Israel menargetkan sekelompok warga sipil di al-Maghraqa.

Kapal-kapal perang Israel juga melepaskan tembakan ke arah nelayan di lepas pantai Gaza dan menahan dua warga Palestina. Militer Israel disebut terus melakukan pembongkaran kawasan permukiman di bagian utara dan selatan Jalur Gaza.

Di sisi lain, Israel juga masih membatasi secara ketat masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan serta keberangkatan ribuan warga sakit dan terluka yang ingin berobat ke luar negeri.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan pada Senin bahwa kurang dari 60 persen pengiriman bantuan penting dari Mesir diizinkan masuk ke Gaza.

“Pergerakan kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi dengan otoritas Israel juga masih menghadapi berbagai hambatan… Tim kami di lapangan terus berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk mengklarifikasi kendala dan mencari solusi agar operasi kami bisa berjalan,” ujar Dujarric.

Sejak Trump meluncurkan Board of Peace dalam forum World Economic Forum di Davos pada Januari, sedikitnya 19 negara telah menandatangani piagam pendiriannya.

Dewan tersebut, yang dipimpin langsung oleh Trump, awalnya dirancang untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata di Gaza serta proses rekonstruksi wilayah itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun belakangan, mandatnya meluas menjadi upaya penyelesaian berbagai konflik internasional lainnya. Perubahan ini memicu kekhawatiran bahwa presiden AS tersebut ingin membentuk lembaga tandingan bagi PBB.