Profil Donny Fattah, Bassis dan Pendiri God Bless yang Meninggal Dunia
Dunia musik Indonesia berduka. Bassis sekaligus salah satu pendiri grup band rock legendaris God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026).
Akun Instagram resmi God Bless menyampaikan kabar duka tersebut. Dalam unggahan itu, God Bless menyebut Donny Fattah meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta," tulis akun Instagram resmi @godblessrocks, Sabtu (7/3/2026).
Melalui pernyataan yang sama, God Bless juga memohon doa bagi almarhum serta meminta masyarakat memaafkan segala kesalahan semasa hidupnya.
"Mohon dimaafkan jika terdapat kesalahan almarhum. Semoga amal dan seluruh kebaikannya diterima di sisi-Nya," tulis God Bless.
Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi dunia musik Indonesia, khususnya bagi para penggemar musik rock yang mengikuti perjalanan kariernya selama puluhan tahun.
Biodata Donny Fattah
Donny Fattah lahir dengan nama Jidon Patta Onda Gagola di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 24 September 1949.
Ia meninggal dunia di Jakarta pada usia 76 tahun setelah menjalani perjalanan panjang di industri musik Tanah Air.
Dalam kehidupan pribadinya, Donny Fattah pernah menikah dengan Rinny Noor. Ia kemudian menikah lagi dengan Diah Pitaloka pada 2005.
Dari pernikahannya, Donny Fattah memiliki tiga orang anak.
Awal perjalanan di dunia musik
Sebelum dikenal luas sebagai bassist God Bless, Donny Fattah lebih dulu meniti karier di dunia musik bersama sejumlah grup band.
Ia pernah bergabung dengan beberapa grup musik, seperti Crazy Wheels, Fancy Junior, Harbour Beat, dan Gong 2000.
Pengalaman tersebut membentuk perjalanan awal Donny dalam industri musik Indonesia.
Melalui berbagai grup band tersebut, Donny Fattah mengasah kemampuan bermain bass sekaligus mengembangkan kemampuannya dalam menciptakan lagu.
Menjadi pendiri God Bless
Donny Fattah kemudian ikut mendirikan band God Bless pada 1973 bersama sejumlah musisi lain, termasuk Ahmad Albar dan Ian Antono.
Band tersebut berkembang menjadi salah satu kelompok musik rock paling berpengaruh di Indonesia.
Di dalam God Bless, Donny Fattah memainkan bass gitar yang menjadi salah satu elemen penting dalam karakter musik band tersebut.
Sejak awal berdirinya, God Bless dikenal sebagai salah satu pelopor perkembangan musik rock di Indonesia.
Berkontribusi membentuk musik rock Indonesia
Selama puluhan tahun berkarya bersama God Bless, Donny Fattah turut menghasilkan berbagai karya yang dikenal luas oleh masyarakat.
Beberapa lagu God Bless bahkan menjadi karya ikonik dalam sejarah musik rock Indonesia.
Lagu seperti “Huma di Atas Bukit” dan “Semut Hitam” menjadi bagian dari perjalanan musik rock Tanah Air.
Melalui permainan bass dan kontribusinya dalam penciptaan lagu, Donny Fattah ikut membentuk karakter musik rock Indonesia.
Pengaruhnya juga menginspirasi banyak musisi rock generasi berikutnya.
Berkarya dengan musisi lain
Selain aktif bersama God Bless, Donny Fattah juga terlibat dalam berbagai proyek musik bersama musisi lain.
Ia berkontribusi dalam penciptaan lagu dan penggarapan album untuk sejumlah musisi Indonesia.
Beberapa musisi yang pernah bekerja sama dengannya antara lain Ikang Fawzi dan Nicky Astria.
Melalui berbagai kolaborasi tersebut, Donny Fattah memperluas kontribusinya dalam perkembangan musik rock Indonesia.
Kondisi kesehatan sebelum meninggal
Dalam beberapa tahun terakhir, Donny Fattah menghadapi sejumlah masalah kesehatan.
Ia mengidap tiga penyakit sekaligus, yaitu sarkopenia, penyumbatan vaskular, dan penyakit autoimun.
Sarkopenia menyebabkan tubuh kehilangan massa dan kekuatan otot secara bertahap. Sementara itu, penyumbatan vaskular mengganggu aliran darah akibat penyumbatan pembuluh darah.
Donny pernah menjelaskan bahwa penyakit tersebut melemahkan bagian tubuhnya dari pinggang hingga kaki sehingga mempersulitnya berdiri dan berjalan.
"Alhamdulillah kalau buat tubuh bagian atas saya normal, baik sekali. Saya kena itu dari pinggang ke bawah. Jadi itu agak lemah karena jadi ada tiga penyakit, sarcopenia pengecilan otot kaki, kemudian penyumbatan vaskuler dan autoimun," kata Donny pada 2025 lalu, dikutip dari Tribunnews, Sabtu.
Donny juga mengungkapkan bahwa ia harus mengonsumsi banyak obat setiap hari untuk menjalani pengobatan.
Ia mengatakan obat-obatan tersebut juga menimbulkan sejumlah efek samping.
"Banyak efeknya. Ini lebih berat kan daripada penyakitnya. Kadang pusing, mata kabur kadang-kadang. Banyaklah efek sampingnya," kata Donny.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Donny Fattah, Tokoh Musik Rock Indonesia, Bassist God Bless yang Meninggal Dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang