Pemkab Bener Meriah Perpanjang Tanggap Darurat hingga 23 Desember 2025

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah resmi memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 10 Desember hingga 23 Desember 2025.
Informasi tersebut disampaikan oleh Bupati Bener Meriah Tagore, melalui Kepala Dinas Kominfo sekaligus Kepala Pusat Data dan Informasi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, Selasa (9/12/2025).
Keputusan ini tertuang dalam Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana Nomor 360/3001.2/2025, yang dikeluarkan berdasarkan hasil kajian cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah.
Ilham menjelaskan bahwa kondisi di lapangan masih menunjukkan banyak wilayah terdampak belum dapat dipulihkan sepenuhnya.
"Perpanjangan masa Tanggap Darurat juga memperhatikan kondisi lapangan, dimana sampai saat ini masih terdapat 6 kecamatan dan 59 kampung yang masih terisolir dan belum bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Di samping itu juga masih ada 8.937 jiwa pengungsi," ujarnya.
Dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari pemangku kepentingan, kata Ilham, Bupati Tagore memutuskan memperpanjang masa Tanggap Darurat untuk mempercepat penanganan bencana dan distribusi bantuan.
Ia menambahkan bahwa durasi 14 hari tersebut dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.
"Dalam 14 hari ke depan, jika kondisi semakin membaik, maka masa tanggap darurat ini tidak harus menunggu selesai 14 hari. Namun bisa dikurangi dan dialihkan statusnya menjadi masa pemulihan," ujar Ilham.
"Kita berharap kondisi ini terus berangsur pulih agar kita bisa masuk ke tahapan pemulihan sebelum nantinya masuk ke tahap rehab rekon," lanjutnya.
Gubernur Aceh Perpanjang Status Darurat Bencana hingga 25 Desember 2025
Selain Bener Meriah, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) juga memperpanjang Status Darurat Bencana Hidrometeorologi di tingkat provinsi selama dua pekan ke depan.
Dengan demikian, status darurat yang sebelumnya berlaku 28 November–11 Desember 2025 akan diperpanjang hingga 25 Desember 2025.
Keputusan tersebut disampaikan Mualem saat meninjau jembatan ambruk di ruas jalan menuju Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, pada Selasa (9/12/2025) malam.
"Kita akan perpanjang dua minggu lagi," kata Mualem ketika ditanya terkait perpanjangan masa darurat bencana.
Kedatangan Gubernur Aceh dilakukan menggunakan pesawat melalui Bandara Syekh Hamzah Fansuri pada Selasa petang. Dari bandara, ia langsung menuju lokasi jembatan ambruk saat waktu magrib tiba.
Instruksi Bangun Jembatan Darurat di Singkil
Dalam kunjungannya, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan perlunya pembangunan jembatan darurat (jembatan bailey) untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang terputus akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.
"Harus secepat mungkin kita akan bangun jembatan. Jembatan sementara dulu, jembatan bailey kita pasang," tegas Mualem.
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat.
"Ini sewa lagi, sekali jalan bayar lagi. Secepat mungkin pulang ini PUPR supaya cepat bangun," ujar Mualem.
Kehadiran Gubernur memberi harapan baru bagi warga, terutama kaum perempuan yang menggantungkan ekonomi harian dari aktivitas jualan.
"Tolong bangun jembatan kami, Pak. Biar kami bisa jualan," ucap para perempuan yang berebut menyalami Mualem di lokasi.
Jembatan Sudah Pernah Ditinjau Wapres Gibran
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah meninjau jembatan yang sama pada Kamis (4/12/2025). Saat itu, Gibran telah mengarahkan agar jembatan darurat segera dibangun untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga terdampak.
Namun hingga Gubernur Aceh datang pada 9 Desember 2025, jembatan darurat yang dianjurkan Wapres belum juga dibangun. Masyarakat hanya mengandalkan jembatan darurat swadaya yang dibuat warga untuk sepeda motor.
Penggunaan jembatan swadaya itu pun dikenai biaya untuk membantu proses penyeberangan.
- Sepeda motor: Rp 10.000 per kendaraan
- Pejalan kaki: Gratis
- Warga Gosong Telaga Barat: Gratis
Jembatan Ambruk, Akses Terputus dan Ekonomi Lumpuh
Di Desa Gosong Telaga Barat, terdapat dua titik jembatan ambruk yang berjarak sekitar 200 meter. Kondisi ini mempersulit warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari setelah banjir surut.
Putusnya akses jalan memicu ekonomi berbiaya tinggi, karena warga harus membayar ketika melintas menggunakan sepeda motor. Para pedagang di kawasan Danau Anak Laut juga mengalami penurunan omzet akibat sepinya pembeli.
Meski tersedia jalur alternatif melalui jalur evakuasi tsunami, rute tersebut tidak menjadi pilihan utama karena:
- Terlalu jauh
- Banyak ruas jalan rusak
- Beberapa titik masih tergenang banjir
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Pemkab Bener Meriah Perpanjang Masa Tanggap Darurat hingga 23 Desember 2025
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang