Pelaku Peledakan SMAN 72 Akhirnya Diperiksa! Penyidikan Masuk Tahap Pendalaman Motif
Polisi terus berpacu menelusuri rangkaian peledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Setelah sempat dirawat, anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial F akhirnya bisa diperiksa secara intensif oleh penyidik.
“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan sudah dapat untuk dimintai keterangan,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Selasa, 2 Desember 2025.
Pemeriksaan terhadap F dilakukan pada Senin, 1 Desember 2025. Proses pengambilan keterangan berlangsung ketat dan hati-hati. Penyidik menghadirkan berbagai pendamping, mulai dari keluarga, Balai Pemasyarakatan (Bapas), hingga Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor). Tujuannya, memastikan pemeriksaan sesuai prosedur sekaligus menjaga kondisi mental pelaku yang masih di bawah umur.
“Keterlibatan mereka diperlukan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan memperhatikan kondisi psikologis pelaku,” kata Budi.
Polisi kini mulai membuka satu per satu kemungkinan yang mengarah pada motif peledakan. Pendalaman mencakup cara pelaku merakit bahan peledak, sumber peralatan, hingga latar belakang yang mendorong F melakukan tindakan berbahaya tersebut.
“Iya, pastinya yang didalami soal kasus ledakan,” ucap Budi.
Hingga kini penyidik masih terus bekerja mengurai fakta-fakta baru. Publik menanti jawaban, sementara polisi memastikan penyidikan tidak akan berhenti sampai motif dan kronologi lengkap terungkap.
Sebelumnya diberitakan, Anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial F, pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara, dipastikan sudah dipindahkan ke rumah aman setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati.
Pemindahan ini dilakukan usai seluruh proses medis dinyatakan tuntas. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, membenarkan bahwa F kini resmi berada di rumah aman berdasarkan koordinasi lintas lembaga.
"Iya sudah di rumah aman hasil koordinasi dengan Dinsos, Bapas, KPAI, Apsifor dan UPT P3A dengan Penyidik," kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu, 29 November 2025.