dr. Aisah Dahlan Ungkap Tips dan Solusi Hadapi Istri yang Marah: Tanya Tiga Kali!
Ketika istri sedang marah di rumah, situasinya sering kali menjadi hal yang paling dihindari oleh suami. Banyak suami yang memilih keluar sejenak untuk menenangkan diri, dengan alasan agar kemarahan istri tidak semakin menjadi-jadi.
Sayangnya, cara ini sebenarnya tidak disarankan. Justru di saat seperti itu, suami tetap perlu berkomunikasi dengan istrinya agar bisa menyelesaikan masalah yang mengganjal di hati. Namun, berbicara dengan pasangan yang sedang marah memang butuh cara khusus agar tidak memperkeruh suasana, melainkan membuka jalan untuk rekonsiliasi. Lalu, seperti apa cara yang tepat?
Dokter sekaligus pakar neurosains, dr. Aisah Dahlan, menjelaskan bahwa kunci utama saat menghadapi istri yang sedang marah adalah dengan menanyakan perasaannya sebanyak tiga kali.
“Kalau istri marah tanya tiga kali. Tanya tiga kali,” kata dia dikutip dari tayangan YouTube Denny Sumargo, Kamis 13 November 2025.
Menurut dr. Aisah, penting bagi suami untuk memberikan jeda di antara setiap pertanyaan. Setidaknya beri waktu sekitar tiga menit sebelum mengulangi pertanyaan berikutnya. Tujuannya agar istri memiliki waktu untuk mengatur emosinya lebih dulu.
“Antara pertanyaan satu sampai tiga kasih jeda waktu. Kasih tiga menit, ‘mama marah ya’ itu pasti itu hampir semua perempuan gitu. Tinggalin sebentar,” kata dia.
Biasanya, ketika pertanyaan yang sama diajukan untuk kedua kalinya, respons istri sudah mulai berbeda. Tanda bahwa emosinya mulai menurun.
“Mama marah ya sama aku, yang kedua langsung ‘siapa yang marah rugi amat’ beda respon dari yang pertama. Sudah mulai lembut sininya (otak belakang),” kata dia.
Kemudian pada pertanyaan ketiga, istri umumnya mulai terbuka dan mengungkapkan isi hatinya. Dari situlah suami bisa memahami alasan di balik kemarahan sang istri. Meski begitu, suami juga perlu memperhatikan kata-kata yang diucapkan istri saat emosi. Misalnya, kalimat seperti ’kamu tidak pernah ngerti aku’ bukan berarti benar-benar menyalahkan, melainkan hanya luapan rasa kesal semata.
“Pertanyaan ketiga ‘mama marah ya sama aku’ baru kita bisa mengungkapkan ‘papa nggak pernah ngerti aku’ dan hati-hati kata nggak pernah ditangkap laki-laki bahwa dari sejak ijab kabul ‘papa nggak pernah ngerti aku’ padahal bukan itu. Cuman mengemukan saja aku kesal sama kamu,” kata dia.