Pesan Menyentuh Dokter Aisah Dahlan untuk Erika Carlina yang Berjuang Jadi Ibu
Artis cantik Erika Carlina mengungkap sisi lain dari kehidupannya sebagai seorang ibu baru kepada dokter sekaligus praktisi Neuroparenting Skill, dr.Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP. Tunangan DJ Bravy itu bertanya bagaimana bisa merasa bangga menjadi seorang ibu meskipun memiliki masa lalu kelam.
Ada satu pertanyaan mengganjal di hati Erika, yakni bagaimana bisa bangga atas perannya sebagai ibu. Terlepas dari kesalahannya hamil di luar nikah meski tidak banyak orang tahu bahwa dirinya berusaha keras untuk bertanggung jawab atas kekhilafannya. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Erika Carlina melahirkan
"Tapi mungkin tidak banyak orang yang tahu betapa saya berjuang menjadi ibu yang tanggung jawab atas kesalahan saya. Yang mau saya tanyain dokter, bagaimana kita sebagai seorang ibu tetap bangga atas perannya walaupun punya masa lalu yang penuh ujian," tutur Erika dikutip dari akun TikTok @tiffanyfe1224 pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Dengan nada lembut, dokter Aisah Dahlan menanggapi kegelisahan Erika yang mengaku masih sering merasa bersalah atas masa lalunya. dokter Aisah 'melabeli' perasaan tersebut sebagai guilty feeling dan meminta artis cantik berusia 32 tahun itu untuk mengubah rasa bersalah menjadi energi positif untuk bertumbuh.
“Bolehkan Mommy Erika coba pelan-pelan mengubah guilty feeling-nya itu dengan rasa ‘kurang’. Waktu itu mungkin kurang tahu, kurang paham, atau merasa kurang sesuatu sehingga melakukan kekhilafan,” jelas dokter Aisah.
Dokter Aisah menjelaskan, dengan menyadari kekurangan membuat seseorang akan lebih banyak belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat. Termasuk seorang ibu, yang perjuangannya hanya diketahui oleh dirinya dan Tuhan.
"Karena dengan rasa kurang itu Mami akan banyak belajar. Akhirnya Mami juga nanti akan insya Allah bangga terhadap diri Mommy," lanjut dokter Aisah.
Dokter Aisah juga menyinggung bahwa setiap manusia memiliki dua catatan kehidupan, yakni tentang kebaikan dan keburukan, yang keduanya akan dihitung oleh Sang Khalik di akhirat kelak. Karena itu, dokter Aisah menyampaikan untuk tidak perlu tenggelam dalam kesalahan tetapi teruslah berbuat baik.
"Mana lebih banyak hitungan atau catatan di buku yang kehilafankah atau kebaikan. Untuk itu pada saat kita sudah melakukan kekhilafan, pertama memang kita langsung minta ampun dan terus melakukan kebaikan-kebaikan," kata dokter Aisah.
Ia menegaskan, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan Maha Menerima taubat. Selama seseorang berusaha memperbaiki diri, anugerah dan keberkahan akan datang.
“Khususnya kita doakan buat Mommy Erika supaya menjadi ibu yang tangguh,"
Dokter Aisah mengapresiasi keberanian Erika mau berbicara di hadapan banyak orang tentang kesalahannya bahkan harus menembus rasa malu. Dalam suasana hangat, dokter Aisah juga mengajak para peserta untuk terus saling mendukung dan mempertahankan kebaikan.
“Sekali lagi, lakukan terus kebaikan-kebaikan. Itu yang disebut keberkahan,” pesannya.
Mendengar nasihat tersebut, Erika terlihat terharu dan mengaku banyak belajar yang baru pertama kali mengikuti parenting class. Dengan jujur Erika menegaskan bahwa anaknya tidak salah.
Dokter Aisah pun kembali menenangkan. Ia mengatakan bahwa kehadiran sang anak adalah karunia, bukan hukuman.
“Justru itu, karena ananda lahir ke dunia lewat rahim Mami Erika, makanya bergembiralah. Bimbing dia dengan gembira, bimbing dia dengan rasa syukur," tutur dokter Aisah.
Menutup sesi tersebut, dokter Aisah kembali menegaskan satu hal penting bagi setiap ibu yang tengah berjuang memperbaiki diri.
“Fokus untuk kebaikan ya. Fokus untuk kebaikan, insya Allah kebaikan akan datang," pungkas dokter Aisah.