Tito Karnavian 'Dikritik Habis' Warga Malaysia Usai Singgung Bantuan Malaysia ke Aceh

Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian

 Menteri Dalam Negeri Indonesia, Tito Karnavian, menuai kecaman keras dan kritik pedas dari masyarakat Malaysia. Kecaman dan kritikan pedas tersebut dilayangkan usai pernyataan Tito Karnavian terkait bantuan yang diberikan Malaysia untuk korban banjir bandang di Aceh.

Pernyataan Tito dalam sebuah podcast itu dituding meremehkan bantuan dan dukungan dari Malaysia. Padahal bantuan yang diberikan kepada warga di Aceh sebagian besar berasal dari sumbangan pribadi warga Jiran.

South China Morning Post melaporkan bahwa dalam podcast tersebut, Tito menyebut kontribusi Malaysia dinilai ’tidak terlalu banyak’. Ia kemudian mengarahkan perhatian pendengar pada apa yang disebutnya sebagai respons pemerintah pusat yang ’jauh lebih besar’.

Tito juga mengkritik narasi bahwa Indonesia membutuhkan bantuan dari negara lain. Ia menegaskan pemerintah pusat telah mengerahkan dana hingga miliaran rupiah, melibatkan berbagai lembaga, tim penyelamat, kepolisian, hingga helikopter untuk membantu korban di wilayah Sumatra bagian utara.

Selain itu, Tito menekankan bahwa bantuan dari Malaysia berasal dari warga sipil, bukan dari pemerintah Malaysia. Namun, laporan yang sama menyebutkan bahwa beberapa pemerintah asing sebenarnya telah menawarkan bantuan, tetapi ditolak oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Pernyataan Tito tersebut memicu kejengkelan warganet Malaysia. Banyak yang menilai ia tidak bersyukur, bahkan mempertanyakan sikap Tito Karnavian.

“Kenapa tidak bisa sekadar mengucapkan terima kasih?,” sindir netizen dikutip dari laman Mothership.sg, Kamis 18 Desember 2025. 

Dalam potongan video wawancara yang beredar di media sosial, seorang warganet menulis dengan nada marah atas statment Tito Karnavian.

“PAK, KENAPA HARUS MEMBANDINGKAN BANTUAN DARI NEGARA LAIN DENGAN BANTUAN DARI NEGARA SENDIRI?” sidnir lainnya.

Sejumlah warganet Indonesia juga ikut menanggapi, dengan menyebut bahwa bantuan dari pemerintah pusat memang sudah menjadi kewajiban negara.

Sementara itu, laporan kantor berita Bernama yang terbit pada 14 Desember sehari setelah wawancara tersebut dirilis menyoroti rasa terima kasih warga Aceh atas bantuan dari masyarakat Malaysia.

Warga yang diwawancarai Bernama menyampaikan apresiasi kepada rakyat Malaysia dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Mereka menyebut bantuan tersebut telah “mengembalikan semangat para penyintas”.

Meski Malaysia tidak memberikan bantuan secara langsung kepada pemerintah Indonesia, pada 11 Desember lalu kantor Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan akan memberikan bantuan sebesar RM500 atau sekitar Rp 2 juta kepada setiap mahasiswa Indonesia di Malaysia yang terdampak bencana tersebut.