Zulfa Mustofa: Jabatan Pj Ketum PBNU Amanah yang Besar

Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa (tengah)
Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa (tengah)

Zulfa Mustofa mengatakan putusan rapat pleno pada Selasa, 9 Desember 2025 yang mendapuk dirinya sebagai Pj Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan suatu kehormatan sekaligus amanah besar. 

"Ini adalah satu kehormatan pada satu sisi, tapi ini juga pada sisi lain adalah amanah yang sangat berat bagi saya dan juga kita semua," kata Zulfa kepada wartawan, dikutip Kamis, 11 Desember 2025.

Meski begitu, Zulfa menegaskan dirinya akan menjalankan roda organisasi NU dalam sisa periode kepengurusan hingga 2026. 

Dia pun mengajak semua pengurus PBNU dan jemaat NU untuk kembali bersatu.

"Mari kita bersatu kembali di rumah besar kita ini. Karena sudah lama masyarakat warga NU bersedih atas ketidakpastian ini," ucap Zulfa yang juga keponakan Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin.

Di sisi lain, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mohammad Nuh menyatakan rapat pleno PBNU dengan agenda pemilihan Pj Ketum PBNU sudah sah. 

Sesuai AD/ART, rapat disebut kuorum jika memenuhi batas minimal 50 persen plus 1 persen. Dia menekankan daftar hadir menegaskan hal ini.

Adapun dalam rapat pleno tersebut, PBNU melalui Rais 'Aam KH Miftachul Akhyar juga menyalurkan donasi milaran rupiah untuk korban bencana. 

Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian PBNU terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah khususnya bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Doa bersama dan donasi ini adalah upaya PBNU untuk turut mendoakan agar bencana di Sumatera segera tertangani. Santunan yang diberikan diharapkan bisa meringankan beban para korban,” ujar Ketua PBNU Prof Mukri.