Maudy Ayunda Baru Nongol Bahas Banjir Sumatera, Netizen: Setelah Kena Rujak Baru Speak Up
Setelah beberapa hari dibanjiri kritik karena dianggap lambat merespons bencana banjir di Sumatera, Maudy Ayunda akhirnya menyampaikan pandangannya melalui unggahan di Instagram. Namun alih-alih meredakan polemik, unggahan tersebut justru membuka babak baru diskusi warganet mengenai konsistensi dan timing pernyataan sang aktris.
Dalam penjelasannya, Maudy kembali mengingat kunjungannya ke Sintang, Kalimantan Barat, tahun lalu bersama tim From This Island. Saat itu, ia melihat langsung kondisi hutan yang berada di bawah tekanan serius akibat deforestasi, peralihan fungsi lahan, dan kerusakan ekosistem lainnya. Menurutnya, tanda-tanda kerusakan tersebut kini semakin sering muncul di berbagai daerah Indonesia. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Maudy menilai banjir besar yang melanda Sumatera bukan sekadar peristiwa alam biasa, melainkan konsekuensi dari ekosistem yang “terus-menerus tertekan dan diabaikan dalam jangka waktu panjang oleh manusia”. Ia menyinggung kecenderungan masyarakat yang kerap memanfaatkan alam tanpa menimbang dampak yang kini dirasakan komunitas luas.
Aktris dan penyanyi itu juga menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipandang sekadar isu ekologis. Baginya, problem tersebut sudah menyentuh ranah kemanusiaan karena menyangkut keselamatan dan masa depan masyarakat. Ia pun menyampaikan doa bagi warga Sumatra dan harapan agar Indonesia dapat menemukan kembali keseimbangan antara kebutuhan manusia dan keberlanjutan alam.
Tak hanya itu, Maudy turut mendorong para pemimpin untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi persoalan yang disebutnya sebagai situasi mendesak dan kompleks.
Namun yang menjadi perhatian warganet bukan semata isi pesannya, melainkan momen ketika unggahan itu muncul. Banyak yang menganggap Maudy baru bersuara setelah gelombang kritik keras di Threads menimpa dirinya.
“Demi branding ya kak, tapi gapapa sih tetep bermanfaat,” tulis seorang warganet yang menilai unggahan itu sebagai respons atas tekanan publik, dikutip Jumat 5 Desember 2025.
“Seriously??!! Setelah kena rujak baru speak up, seminggu??!! Tapi ya udahlah ya,” timpal yang lain.
Sebagian warganet juga mengaitkan unggahan tersebut dengan kritik sebelumnya yang menilai Maudy hanya aktif ketika isu sedang ramai.
“Abis dirujak netizen, baru posting, sama pattern-nya pas demo kemarin, anyway ayo Maudy bantu suara-suara rakyat tapak,” ujar warganet.
Kritik yang sempat ramai di Threads menyoroti bahwa sang aktris dianggap tone deaf karena tidak menyinggung bencana meski aktif berbicara soal isu nasional lainnya. Ada yang menyindir bahwa Maudy hanya tampil “estetis” meski pernah menjadi Speaker G20 dan penerima beasiswa LPDP. Tudingan lain menyebut pidatonya “template” dan tidak mencerminkan kecerdasan luar biasa sebagaimana citra yang melekat padanya.
Namun tidak semua komentar bernada negatif. Sejumlah warganet justru membela Maudy dan mengingatkan bahwa kontribusi nyata tidak selalu harus diumumkan di media sosial. Mereka menilai publik sering terjebak menilai kepedulian dari unggahan semata.
“Banyak orang suka koar-koar tanpa tindakan nyata,” tulis salah satu akun yang menyebut bahwa pencitraan jauh lebih sering dilakukan oleh figur publik yang memamerkan diri di lokasi bencana.