Polri Pasang Starlink di Wilayah Banjir Sumatera, Warga Kini Bisa Hubungi Keluarga
Akses komunikasi di wilayah terdampak banjir di Sumatera akhirnya kembali pulih setelah terputus selama empat hingga lima hari.
Polri, melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK), bergerak cepat turun ke lokasi untuk memastikan layanan komunikasi darurat dapat kembali berfungsi. Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Mabes Polri mengirim delapan perangkat Starlink ke sejumlah daerah terdampak.
Pengiriman tersebut mencakup dua unit untuk Aceh, empat unit di Sumatera Utara, dan dua unit di Sumatera Barat. Di Aceh, salah satu perangkat telah dipasang oleh Tim Bid TIK Polda Aceh yang dipimpin Ipda Edi Amran bersama dua personel lainnya. Akses WiFi Starlink itu langsung dimanfaatkan warga untuk menghubungi keluarga setelah berhari-hari tidak bisa berkomunikasi.
“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” ujar Ipda Edi Amran, Senin, 1 Desember 2025.
Respons warga pun penuh haru. Seorang warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyampaikan terima kasih atas hadirnya akses komunikasi tersebut.
"Terima kasih kepada pihak Polri yang sudah menyediakan WiFi kepada kami warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen Aceh yang sedang mengungsi. Saya bisa menelpon seluruh keluarga saya yang beberapa hari tidak bisa dihubungi. Alhamdulillah hari ini saya sudah terkoneksi dengan keluarga kami di luar. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Polri. Semoga Polri semakin sukses ke depan. Terima kasih," kata warga itu.
Upaya cepat Polri dalam memulihkan jaringan komunikasi menjadi bagian penting dari dukungan kemanusiaan selama masa tanggap darurat. Akses WiFi Starlink akan terus dioperasikan hingga sistem komunikasi di seluruh wilayah bencana kembali normal.
Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah menjadi 442 jiwa.
"Sementara itu untuk total korban hilang di tiga provinsi mencapai 402 jiwa," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.
Suharyanto merinci dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 217 orang setelah tim SAR gabungan menemukan sejumlah korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.