Sumatera Dilanda Banjir Hebat, Bantuan Apa yang Paling Dibutuhkan Warga?
Hujan ekstrem yang mengguyur Kota Medan sejak akhir November hingga awal Desember 2025 memicu banjir besar di berbagai kecamatan. Air setinggi 0,5 hingga 2 meter merendam pemukiman, memutus akses warga, serta mengakibatkan kerusakan fasilitas umum seperti sekolah, pusat layanan kesehatan, hingga jalan utama.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat puluhan ribu warga terdampak. Ribuan keluarga harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sejumlah titik banjir berada dalam kondisi terparah karena air tidak kunjung surut akibat kapasitas drainase yang terbatas. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Di tengah situasi ini, kebutuhan darurat menjadi sorotan utama. Bukan hanya soal logistik dan makanan, tetapi juga dukungan psikologis bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun akses kebutuhan pokok. Pemerintah daerah bersama berbagai organisasi kemanusiaan bergerak cepat membuka posko, namun kebutuhan di lapangan masih sangat besar.

Salah satu titik pengungsian dengan kebutuhan mendesak berada di Kelurahan Kesawan dan Madras Hulu. Lurah Kesawan, Rahmat Affandy Nasution, S.H., menjelaskan bahwa makanan dan sembako masih menjadi kebutuhan paling kritis.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Holywings Peduli, Tiger dan Dragon Medan atas kepedulian yang diberikan kepada warga Kesawan. Bantuan sembako ini sangat berarti, terutama bagi keluarga yang rumahnya terendam dan kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok. Situasi banjir kali ini cukup berat, dan dukungan membantu mempercepat pemulihan di lapangan. Semoga kepedulian sosial seperti ini terus berlanjut demi kebaikan masyarakat," ucap Rahmat dalam keterangannya, dikutip Minggu 7 Desember 2025.
Kelurahan Madras Hulu menghadapi situasi serupa. Banyak keluarga yang tidak sempat mengamankan barang-barang penting saat air naik dengan cepat. Lurah M. Taufik Hidayat, S.E., menyebut makanan siap saji menjadi prioritas.
"Kami dari Kelurahan Madras Hulu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuannya berupa makanan siap saji yang diberikan kepada warga kami yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat membantu. Ketersediaan makanan siap santap memberikan kelegaan bagi warga di tengah situasi sulit. Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan respons cepat para pihak yang telah menyalurkan bantuan ini. Semoga kerja sama dan kepedulian sosial seperti ini dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, bantuan yang masuk tidak hanya berupa makanan dan sembako. Warga juga membutuhkan air bersih, obat-obatan dasar, popok, perlengkapan kebersihan, hingga selimut dan pakaian kering. Kondisi pengungsian yang padat membuat ketersediaan air bersih dan sanitasi menjadi tantangan tersendiri.
Selain pemerintah dan lembaga kemanusiaan, sejumlah pihak swasta ikut menyalurkan dukungan, termasuk Holywings Peduli yang mendistribusikan makanan siap saji, beras, minyak goreng, telur, mie instan, sarden, dan air mineral ke beberapa titik yang paling terdampak.
“Kami hadir di Kelurahan Kesawan dan Madras Hulu sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami terhadap masyarakat yang sedang mengalami masa sulit. Banjir ini berdampak besar bagi banyak keluarga, dan kami berharap bantuan makanan siap saji dan sembako ini dapat meringankan beban mereka,” ujar Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli.