Apa Itu Banjir Rob yang Diwaspadai Terjadi di Wilayah Pesisir Tanah Air?
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan untuk mewaspadai banjir rob yang berpotensi terjadi pada Desember 2025.
Rob dengan tinggi di atas normal berpotensi terjadi di awal hingga akhir Desember 2025 di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, Hingga Kalimantan Timur.
BMKG meminta masyarakat pesisir untuk tidak panik namun tetap mewaspadai peningkatan tinggi gelombang laut.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG yang disampaikan secara realtime demi kesiapsiagaan.
Lantas, apa itu banjir rob?
Pengertian dan penyebab banjir rob
Banjir rob adalah banjir yang disebabkan oleh meluapnya air pasang saat permukaan air laut tinggi, sehingga menyebabkannya meluap ke daratan.
Fenomena banjir rob biasanya terjadi di wilayah pesisir yang memiliki permukaan tanah rendah.
Dikutip dari laman Institut Pertanian Bogor (IPB), Berbeda dengan banjir yang terjadi akibat hujan deras atau luapan sungai, banjir rob dipicu oleh gravitasi bulan, perubahan iklim.
Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah berlebihan dan menyebabkan penurunan muka tanah (land subsidence) juga jadi penyebab.
Aktivitas seperti reklamasi pantai dan eksploitasi air tanah dapat meningkatkan potensi dan memperburuk banjir rob.
Banjir rob mengakibatkan kerusakan ekosistem pesisir, termasuk hutan mangrove, serta merugikan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Ketika sampai ke pemukiman, banjir rob bisa merusak infrastruktur jalan dan permukiman yang terendam, sementara mengganggu akses air bersih yang memicu masalah kesehatan.
Peringatan banjir rob di sejumlah daerah
Ilustrasi BMKG peringatkan potensi rob di pesisir Jawa Timur. Banjir rob merusak sejumlah fasilitas wisata di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Jawa Timur mengimbau warga di pesisir mewaspadai potensi banjir rob.
BPBD Probolinggo melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media digital, kemudian surat edaran (SE) kepada camat untuk di sampaikan juga kepada perangkat desa yang berada di wilayah pesisir.
Hal serupa dilakukan BPBD Kabupaten Tangerang yang mengimbau warga pesisir utara mewaspadai potensi banjir rob pada awal dan akhir Desember 2025.
BPBD Kabupaten mewaspadai potensi banjir rob yang terjadi di pesisir laut utara. Gelombang limpasan air laut itu diperkirakan lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
Selain itu, BMKG juga mengumumkan potensi banjir rob yang bisa menerjang pesisir Kalimantan Timur dan diprediksi terjadi pada 5–7 Desember 2025.
Pasang laut diperkirakan mencapai ketinggian hingga 2,9 meter di sejumlah wilayah pesisir dan warga yang tinggal dari utara hingga selatan Kaltim diminta untuk selalu waspada.
Sementara, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat, mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi banjir rob yang dapat terjadi pada 3-7 Desember 2025.
Banjir rob diperkirakan memunculkan genangan air laut antara tiga hingga 10 sentimeter dengan jangkauan sebaran 20 hingga 100 meter dari bibir pantai.
Meski tergolong rendah, kondisi ini tetap perlu diwaspadai terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas dekat garis pantai.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang