Sekda Ungkap Alasan Banjir Bandang Padang Panjang Berbeda dari 2024: Datang dari Sebelah Kiri

banjir, Padang Panjang, jembatan kembar, Jembatan Kembar, Jembatan Kembar Padang, banjir Padang Panjang, banjir bandang padang panjang, Sekda Ungkap Alasan Banjir Bandang Padang Panjang Berbeda dari 2024: Datang dari Sebelah Kiri

Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, menyatakan bahwa banjir bandang pada 27 November 2025 berbeda dari peristiwa serupa pada 12 Mei 2024.

Menurut Sonny, pada 2024 aliran banjir datang dari arah kanan, sehingga masyarakat pun sudah mewaspadainya.

Namun kali ini sumber air justru arah yang tak terduga sebelumnya, yaitu berasal dari Sungai Aia Putiah yang berhulu dari pegunungan Bukik Tuih.

Sonny menyebut kejadian kali ini sebagai peristiwa pertama dari jalur aliran sungai tersebut.

Aliran Banjir Datang dari Arah yang Tidak Diantisipasi

Sonny menegaskan bahwa masyarakat sebelumnya telah mewaspadai aliran banjir, namun dari arah berbeda.

“Kejadian Mei 2024 aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan ini sebetulnya yang diwaspadai masyarakat,” kata Sonny di Kota Padang Panjang, Minggu (30/11/2025), seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, warga tidak menyangka bencana justru menghantam dari arah Sungai Aia Putiah.

Ia menyebut banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan jembatan kembar merupakan peristiwa pertama di daerah tersebut.

“Kita tidak menyangka ternyata banjir bandang itu datangnya dari sebelah kiri,” ujar dia.

Pemerintah Masih Fokus pada Operasi Penyelamatan

Sonny menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama pihak terkait akan menelusuri pemicu banjir bandang.

Namun saat ini prioritas tetap pada operasi penyelamatan, mulai dari pencarian korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan penyintas, hingga perawatan korban selamat.

Sekretaris Kelurahan Silaiang Bawah, Nurmiati Amin, menyampaikan bahwa pada awal kejadian terdapat 40 orang dilaporkan hilang.

“Dari 40 itu baru 12 yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia hingga pukul 23.00 WIB. Artinya masih ada 28 orang harus dicari,” sebutnya.

Ia menambahkan, 101 warga Padang Panjang dan 17 warga Kabupaten Tanah Datar masih bertahan di posko pengungsian.

Pemerintah menyiapkan tenaga medis untuk memastikan penanganan kesehatan dilakukan segera.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang