Update Bencana Banjir-Longsor: 35 Orang Meninggal Dunia di Aceh, 23 di Sumbar
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terkini terkait korban jiwa akibat bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menjelaskan bahwa ada 35 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Dengan data pengungsi tercatat ada 4.846 KK tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.
“Untuk korban jiwa per sore ini yang kami dapatkan, sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia, 25 hilang dan 8 luka-luka,” kata Suharyanto dalam konferensi persnya, Jumat, 28 November 2025.
Satpolairud Polres Aceh Barat mengevakuasi pasutri lansia terjebak banjir
Sementara untuk korban jiwa akibat dampak bencana yang melanda Sumbar, tercatat ada 23 korban meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 orang korban luka.
“Ini tiga provinsi ini relatif bencananya besar meskipun kalo dibandingkan dengan Sumut-Aceh, ya Sumbar ini relatif lebih ringan, tapi bukan berarti ringan kalo dibandingkan dengan Sumut-Aceh. Tapi kalo dibandingkan skala bencananya Sumbar sendirian ini sangat besar dan masif,” bebernya.
Suharyanto mengatakan bahwa data tersebut masih memungkinkan berubah, menyusul sejumlah titik yang sampai saat ini belum bisa ditembus oleh personel gabungan karena akses terputus.
"Tentu data ini akan berkembang terus, karena masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus. Karena masih dalam proses penanganan yang diindikasikan di tempat longsor yang belum bisa tembus itu kemungkinan ada korban jiwa," imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update terbaru penanganan bencana tanah longsor dan banjir di Sumatera Utara (Sumut) per Jumat, 28 November 2025 sore. Sebanyak 116 orang meninggal dunia dan 42 lainnya masih dalam pencarian.
"Pertama untuk Provinsi Sumatera Utara per sore ini kami mendata untuk seluruh provinsi Sumatera Utara korban meninggal dunia ada 116 orang jiwa. Kemudian, 42 jiwa masih dalam pencarian," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi persnya, Jumat.
Suharyanto pun menjelaskan secara rinci terkait korban yang meninggal dunia, ini daftarnya:
-Tapanuli Utara meninggal 11 orang
-Tapanuli Tengah meninggal 47 orang
-Tapanuli Selatan meninggal 32 orang
-Kota Sibolga meninggal 17 orang
-Humbang Hasundutan meninggal 6 orang
-Padang Sidempuan meninggal 1 orang
-FakFak Barat meninggal 2 orang
Kondisi jalan provinsi penghubung Agam - Bukittinggi tertimbun tanah longsor
Suharyanto menjelaskan ada 1.000 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi di Tapanuli Utara. Kemudian Tapanuli Tengah ada 1.100 KK.
"Untuk Tapanuli Selatan ada sekitar 250 KK. Kota Sibolga sekitar 200 KK. Humbang Hasundutan ada 150 KK. Sementara untuk Mandailing Natal tersebar ada 5 titik tempat pengungsian, itu kami hitung ada 1.500 KK," katanya.