Zulhas Respons Dituding Penyebab Banjir-Longsor Sumatera: Tesso Nilo Itu di Riau, dan Riau Tidak Ada Bencana
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), angkat bicara soal tudingan yang menyeret namanya dalam rangkaian banjir besar dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh.
Ia menegaskan kritik tersebut tidak berdasar, termasuk klaim bahwa kerusakan di Tesso Nilo terjadi akibat kebijakannya saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan.
Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya pada BIG Conference bertema “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi” di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin 8 Desember 2025.
“Bencana Sumatera yang tadi saya sudah sampaikan itu terjadi di Provinsi Aceh. Dua di Provinsi Sumatera Utara, tiga di Provinsi Sumatera Barat, yang dipermasalahkan kepada Zulkifli Hasan Tesso Nilo. Tesso Nilo itu di Provinsi Riau, sementara ini Provinsi Riau tidak ada bencana apa pun,” kata Zulhas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan, Budi Santoso, saat melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Klender, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu, 5 Februari 2025
Zulhas menilai tuduhan itu kerap diperluas tanpa logika. Ia bahkan menyindir bahwa dirinya seolah disalahkan atas kejadian di luar negeri.
“Itu tapi bencana itu yang salah Zulkifli Hasan, termasuk di Thailand dan Malaysia. Iya enggak apa-apa, saya maafkan enggak apa-apa,” ucapnya.
Zulhas menegaskan bahwa kebijakan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo tidak berada dalam kewenangan untuk memberikan izin apa pun. Ia menyatakan aturan taman nasional bersifat mutlak.
“Tesso Nilo itu Taman Nasional. Taman Nasional itu tidak boleh diberi izin apapun. Oleh karena itu Tesso Nilo itu tidak ada Menteri Kehutanan yang berani memberi izin. Enggak ada. Tidak hanya saya, Menteri Kehutanan mana pun gak mungkin berani ngasih izin di Tesso Nilo. Kalau ngasih izin di Tesso Nilo, maka dia masuk penjara, langsung karena pidana,” tegasnya.
Zulhas juga mengingat kembali pertemuannya dengan Harrison Ford pada 2013, ketika aktor dan aktivis lingkungan itu menyoroti pembalakan liar di Tesso Nilo.
“Waktu orang Amerika datang [Harrison Ford], dia tanya, ‘Kenapa tidak ditangkap 50 ribu orang?’ Saya bilang itu ranah hukum. Masa saya bilang begitu? Tidak boleh,” ujarnya.
Zulhas kembali membantah isu lain yang turut diarahkan kepadanya, tuduhan memberikan izin pelepasan kawasan hutan seluas 1,6 juta hektare. Ia menegaskan itu bukan izin pelepasan, melainkan perubahan tata ruang.
Di sisi lain, Zulhas menyinggung keberhasilan Satgas Penanganan Kawasan Hutan (PKH) di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Ia menyebut satgas itu berhasil mengamankan sekitar 4 juta hektare kebun ilegal—angka yang menurutnya tidak berhasil dicapai pemerintahan sebelumnya.
Di akhir pernyataannya, Zulhas meminta publik tidak terseret emosi dan fokus pada solidaritas untuk para korban bencana.
“Kita jangan marah-marah jangan cuma emosi. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Satu rupiah pun penting bagi mereka, satu karung beras pun penting. Mudah-mudahan itu bisa meringankan beban mereka,” katanya.
tvOnenews/Abdul Gani Siregar