Top 62+ Titik Banjir dan Longsor di Sumut, Delapan Kabupaten/Kota Darurat Bencana

bencana alam, Banjir Sumut, Sumatera Utara, longsor sumut, 62 Titik Banjir dan Longsor di Sumut, Delapan Kabupaten/Kota Darurat Bencana

Hujan deras yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) selama beberapa hari terakhir memicu bencana alam di berbagai daerah.

Tercatat, ada 65 kejadian bencana yang melanda delapan kabupaten/kota.

Polda Sumut langsung mengerahkan personel dan peralatan pendukung untuk membantu proses evakuasi serta penanganan darurat di titik-titik terdampak.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan, rangkaian bencana tersebut terdiri dari 38 kejadian tanah longsor, 24 banjir, dua peristiwa pohon tumbang, dan satu angin puting beliung.

“Total ada 29 korban yang terdampak, terdiri dari 12 orang meninggal dunia, 10 luka-luka, dan 7 masih dalam pencarian. Selain itu, 2.543 kepala keluarga terdampak, 445 warga mengungsi, serta sejumlah badan jalan terputus,” jelas Kombes Ferry dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).

Ia menuturkan, dampak terbesar dirasakan di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Dua wilayah ini mengalami banjir dan longsor di banyak titik.

Di Tapanuli Tengah, tercatat delapan lokasi longsor dan sepuluh titik banjir. Sebanyak empat warga meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih tertimbun material longsor.

Adapun di Kota Sibolga, longsor terjadi di enam titik dengan korban sebanyak lima orang meninggal dunia, tiga luka-luka, dan empat masih dicari.

Wilayah lain, seperti Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Gunungsitoli, dan Pakpak Bharat, juga terdampak longsor, banjir, dan pohon tumbang yang menyebabkan putusnya badan jalan, kerusakan rumah, serta gangguan lalu lintas.

Untuk mempercepat penanganan, Polda Sumut menurunkan ratusan personel dari berbagai satuan.

“Total ratusan personel Polda Sumut telah kami turunkan, terdiri dari Brimobda, Ditsamapta gelombang I dan II, Bid Dokkes, serta Bidang TIK lengkap dengan drone, mobil repeater, hingga perangkat Starlink untuk memperkuat komunikasi di daerah terisolir,” terang Kabid Humas.

Brimob mengerahkan empat SSK, Ditsamapta menurunkan 111 personel, Bid Dokkes menghadirkan 12 tenaga medis, dan Bid TIK mengirim delapan personel dengan perangkat komunikasi pendukung.

Ferry menegaskan bahwa seluruh personel yang diterjunkan juga menjalankan sejumlah tugas penting di lapangan, antara lain:

  • Melakukan operasi SAR bersama BPBD dan unsur terkait
  • Mengevakuasi korban luka dan memberikan bantuan kepada keluarga korban meninggal
  • Mengamankan lokasi rawan serta mengatur lalu lintas di jalur yang tertutup longsor
  • Mendirikan posko tanggap darurat kepolisian

“Prioritas kami adalah keselamatan warga. Sebab itu, setiap laporan langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan,” ujar Ferry.

Sementara itu, analisis cuaca menunjukkan intensitas hujan di sejumlah wilayah masih tinggi dan berpotensi berlanjut beberapa hari ke depan.

“Air di sejumlah lokasi masih bertahan di ketinggian antara 70 cm hingga 4 meter. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir untuk tetap waspada serta mengikuti arahan petugas,” katanya.

Dalam upaya lanjutan, Polda Sumut bersama pemerintah daerah dan BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, antara lain:

  1. Membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor
  2. Berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyediaan lokasi pengungsian
  3. Mengirimkan bantuan logistik, makanan, pakaian, dan selimut
  4. Mendirikan dapur umum

Melakukan langkah pencegahan melalui imbauan dan edukasi kepada warga di daerah rawan bencana

“Kami akan terus bekerja maksimal dan memberikan update perkembangan situasi secara berkala. Polda Sumut berkomitmen penuh membantu masyarakat hingga pemulihan tuntas,” tutup Kombes Pol Ferry Walintukan.

Artikel ini tayang di Tribun-Medan.com dengan judul 65 Titik Bencana Alam di 8 Kabupaten/Kota, Polda Sumut Kerahkan Kekuatan Penuh Penanganan Darurat

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang